Pemerintah Siapkan Mitigasi Kenaikan Harga Plastik imbas Gejolak Hormuz
- 06 Apr 2026 18:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah tengah membahas langkah mitigasi atas kenaikan harga plastik yang dipicu lonjakan biaya bahan baku akibat ketidakpastian pasokan global.
- Anggota Komisi VI DPR RI Firnando Ganinduto meminta Kementerian Perdagangan mengambil langkah strategis guna mengendalikan harga.
- Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyatakan, kondisi tersebut telah dirasakan langsung oleh pelaku UMKM.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah tengah membahas langkah mitigasi atas kenaikan harga plastik yang dipicu lonjakan biaya bahan baku akibat ketidakpastian pasokan global. Termasuk dampak konflik di Timur Tengah imbas penutupan Selat Hormuz.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyatakan, kondisi tersebut telah dirasakan langsung oleh pelaku UMKM. Sehingga pemerintah akan menyiapkan langkah untuk menjaga keberlangsungan usaha kecil dan menengah.
Ia mengakui sejumlah pelaku UMKM telah menyampaikan keluhan terkait naiknya harga plastik untuk kemasan produk. Persoalan ini, akan segera ditindaklanjuti.
“Sudah ada aspirasi yang masuk. Kebutuhan plastik untuk bungkus produk memang naik, tapi kami akan siapkan mitigasinya,” ujar Maman di Kantor Kementerian UMKM, Jakarta, Senin, 6 Aprip 2026.
Ia menambahkan, kementeriannya akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan guna menentukan langkah yang tepat untuk mengatasi dampak kenaikan bahan baku plastik. Namun, detail kebijakan disebut masih terlalu dini untuk disampaikan sebelum pembahasan teknis rampung.
Harga plastik di dalam negeri dilaporkan melonjak 30–80 persen seiring memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat–Israel dan Iran. Gejolak tersebut mengganggu pasokan bahan baku utama plastik dan mendorong kenaikan harga di pasar domestik.
Gangguan distribusi nafta—turunan minyak bumi—serta lonjakan harga minyak global disebut sebagai pemicu utama kenaikan tersebut. Kondisi ini memicu kekhawatiran bagi pelaku UMKM yang bergantung pada plastik sebagai bahan kemasan produk.
Sementara itu, Komisi VI DPR RI mendesak pemerintah segera melakukan intervensi pasar. Guna melindungi UMKM dari dampak kenaikan harga plastik.
Anggota Komisi VI DPR RI Firnando Ganinduto meminta Kementerian Perdagangan mengambil langkah strategis guna mengendalikan harga. Serta memastikan ketersediaan bahan baku di dalam negeri.
“Pemerintah perlu segera melakukan stabilisasi melalui pengawasan distribusi bahan baku serta penguatan industri petrokimia nasional. Agar ketergantungan terhadap pasokan global bisa dikurangi,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....