Kemensos Lakukan Transformasi Budaya Kerja
- 07 Apr 2026 13:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemensos melakukan transformasi budaya kerja dan gerakan hemat energi
- Pegawai diminta berorientasi pada dampak kerja, bukan sekadar aktivitas
- Work from home tetap harus produktif dengan output terukur
- Efisiensi dilakukan dengan mengalihkan sumber daya ke program prioritas
- Perjalanan dinas dalam negeri dipangkas 50 persen, luar negeri dihentikan
- Disiplin dan integritas pegawai ditegakkan tanpa kompromi
- Kemensos membangun ekosistem kerja digital untuk meningkatkan produktivitas
- Gerakan hemat energi diterapkan melalui pengurangan penggunaan fasilitas dan dorongan transportasi umum
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan transformasi budaya kerja dan gerakan hemat energi. Kebijakan ini sebagai penyesuaian terhadap arahan pemerintah pusat.
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf mengatakan seluruh pegawai harus berorientasi pada dampak kerja. Ia menegaskan tidak boleh ada kegiatan tanpa hasil yang jelas.
“Kita harus berorientasi pada dampak. Sehingga bukan aktivitas semata,” kata Mensos dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 6 April 2026.
Ia juga menekankan pelaksanaan work from home (WFH) harus tetap produktif. Menurutnya, WFH harus menghasilkan output yang terukur.
“WFH adalah produktivitas digital. Di mana yang menjadi bagian penting adalah menghasilkan sesuatu,” ujarnya.
Selain itu, ia menyebut efisiensi sebagai bagian dari penguatan program prioritas. Efisiensi dilakukan dengan mengalihkan sumber daya ke kegiatan yang berdampak langsung.
Ia mengatakan, prioritas kerja lapangan tetap menjadi fokus utama. Kehadiran pemerintah harus dirasakan langsung oleh masyarakat.
Mensos juga menegaskan disiplin dan integritas harus dijalankan tanpa kompromi. Setiap pelanggaran akan ditindak tegas.
Selain itu, Kemensos mulai membangun ekosistem kerja digital yang terintegrasi. Sistem ini diharapkan memudahkan dan meningkatkan produktivitas pegawai.
Dalam upaya efisiensi, Kemensos juga membatasi perjalanan dinas. Perjalanan dinas dalam negeri dikurangi hingga 50 persen.
Sementara perjalanan dinas luar negeri diputuskan nol persen, kecuali ada undangan dengan pembiayaan dari pihak lain. “Perjalanan dinas luar negeri kita nol persen,” ucapnya.
Kemensos juga mendorong penghematan energi di lingkungan kerja. Penggunaan listrik, air, dan fasilitas kantor diminta lebih bijak.
Selain itu, pegawai diimbau menggunakan transportasi umum dalam menjalankan tugas kedinasan. Langkah ini menjadi bagian dari gerakan hemat energi.
Melalui transformasi ini, Kemensos menargetkan layanan yang lebih efektif dan efisien. Program ini dirangkum dalam semangat “Kemensos Hemat, Layanan Hebat”.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....