Hari Nelayan Nasional, Anggota DPR Ingatkan Peran Penjaga Kedaulatan Pangan Laut
- 07 Apr 2026 08:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komisi IV DPR, Riyono, menegaskan pentingnya peran sektor kelautan sebagai sumber pangan biru yang berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR, Riyono menegaskan pentingnya peran sektor kelautan sebagai sumber pangan biru berkelanjutan. Ini sekaligus menempatkan nelayan sebagai aktor utama dalam mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia berbasis laut.
Pernyataan politisi PKS ini disampaikan merespons tema Hari Nelayan Nasional 2026 yang diperingati setiap tanggal 6 April. Pada tahun ini, pemerintah mengangkat tema “Pangan Biru dan Nelayan Kuat, Indonesia Berdaulat”.
“Hari Nelayan Nasional ini harus menjadi momentum refleksi bagi kita semua,” ujarnya, Selasa 7 April 2026. “Nelayan bukan sekadar profesi, tetapi penjaga kedaulatan pangan laut kita.”
Riyono menegaskan nelayan memiliki peran strategis untuk menjaga ketersediaan protein bagi masyarakat. Selain itu sekaligus menjadi garda depan dalam pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan.
“Dalam konteks pangan biru, peran nelayan semakin vital sebagai penyedia sumber gizi yang sehat dan berkelanjutan bagi bangsa,” ucapnya. Karena itu, lanjut dia, negara wajib hadir memberikan perlindungan, kepastian usaha, dan peningkatan kesejahteraan bagi mereka.
Di satu sisi, ia menyoroti, masih banyak nelayan yang menghadapi berbagai tantangan mulai dari akses permodalan. Kemudian, tantangan fluktuasi harga hasil tangkapan hingga ancaman perubahan iklim dan praktik illegal fishing yang merugikan.
"Harus adanya kebijakan yang berpihak pada nelayan kecil, termasuk kemudahan akses terhadap bahan bakar. Subsidi alat tangkap ramah lingkungan serta penguatan koperasi nelayan agar memiliki posisi tawar yang lebih baik di pasar," ujar Riyono.
Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), jumlah nelayan Indonesia pada 2024 mencapai sekitar 3,2 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan nelayan kecil dan tradisional.
Sektor kelautan dan perikanan berkontribusi sekitar 2,6–2,8 persen pada produk domestik bruto (PDB) nasional 2025. Sedangkan Indeks Nilai Tukar Nelayan (NTN) pada periode yang sama mencapai 103,86 atau naik dibandingkan tahun sebelumnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....