Kampung Nelayan Targetkan Produksi 2,15 Juta Ton Ikan, Perkuat Ekonomi Desa
- 02 Apr 2026 03:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah menargetkan produksi ikan nasional sebanyak 2,15 juta ton melalui program unggulan Kampung Nelayan Merah Putih.
- Kepala Kantor Staf Presiden Muhammad Qodari menyampaikan perkembangan pembangunan sarana fisik di berbagai daerah sudah berjalan merata.
- Program pembangunan kampung nelayan secara terintegrasi mampu mendorong angka pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir di seluruh wilayah Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) memproyeksikan target produksi ikan nasional sebesar 2,15 juta ton per tahun. Sektor riil perikanan nasional bakal diperkuat guna meningkatkan kemakmuran serta ketahanan pangan masyarakat pesisir di seluruh wilayah.
Kepala Kantor Staf Presiden Muhammad Qodari menyebut program pengembangan kampung nelayan terintegrasi telah berjalan sesuai dengan target pemerintah. Potensi peningkatan produksi ikan lokal secara nasional diprediksi mampu mencapai kisaran sepuluh persen hingga sebanyak 30 persen.
"Program ini diproyeksikan mampu menghasilkan produksi perikanan hingga 2,15 juta ton per tahun, yang akan memperkuat sektor riil dan ketahanan pangan berbasis kelautan," ujar Qodari dalam keterangannya, Rabu 1 April 2026.
Kenaikan angka produksi ikan nasional memberikan dampak sangat besar bagi percepatan roda pertumbuhan ekonomi pada tiap desa pesisir. Hasil hitungan teknis pemerintah menyebut pertumbuhan ekonomi desa akan meningkat mulai dari angka 5,4 persen hingga 16,2 persen.
"Bahkan, secara hitung-hitungan, setiap kenaikan produksi ikan sebesar 1 persen mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa sebesar 0,54 persen," katanya.
| Baca juga: KKP Bangun 65 Kampung Nelayan Merah Putih |
Kemajuan pesat pada sektor fisik program ini telah dilaporkan kepada publik secara terbuka sampai akhir Maret 2026 kemarin. Target tahap pertama tersebut telah dilaksanakan pada 65 wilayah desa yang berada di bawah naungan total 25 provinsi.
Anggaran program tahap pertama KNMP yang dikucurkan pihak pemerintah pusat sudah mencapai nominal Rp1,2 triliun. Kemajuan pembangunan fisik di berbagai daerah telah mencapai 99,23 persen pada tanggal 30 Maret 2026.
Sebanyak 61 lokasi desa atau kelurahan kini telah berhasil diselesaikan proses pembangunannya oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sisanya, yakni empat wilayah sedang dalam proses perbaikan serta penyelesaian infrastruktur menyeluruh pada April.
Wilayah tersebut antara lain Kabupaten Kapuas Hulu, Sumenep, Pangandaran, hingga Kabupaten Garut di Provinsi Jawa Barat. Kegiatan pembangunan tahap kedua dimulai pada Desember 2025 dengan fokus mencakup area sebanyak 35 desa setempat.
Alokasi anggaran pembangunan sarana nelayan pada tahap kedua diketahui menghabiskan dana yang bernilai sekitar Rp660,5 miliar. Tingkat perkembangan konstruksi fisik bangunan baru menyentuh angka 16,68 persen pada periode akhir Maret 2026.
Sisa pengerjaan pada tahap kedua rencananya ditargetkan rampung seluruhnya oleh pihak pelaksana proyek fisik pada bulan Mei mendatang. Target pemerintah ke depan adalah melakukan pembangunan 1.000 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh wilayah.
"Dengan model ini, setiap kampung nelayan tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari jaringan ekonomi yang saling mendukung," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....