Hari Pertama TKA di SMPN 2 Curug Beri Beragam Cerita

  • 06 Apr 2026 16:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hari pertama pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMPN 2 Curug Tangerang menghadirkan beragam pengalaman siswa.
  • Sejumlah peserta menceritakan pengalamannya menghadapi tantangan berbeda saat mengerjakan soal.

RRI.CO.ID, Tangerang - Hari pertama pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMPN 2 Curug Tangerang menghadirkan beragam pengalaman siswa. Sejumlah peserta menceritakan pengalamannya menghadapi tantangan berbeda saat mengerjakan soal.

Muhammad Revan menjadi salah satu siswa yang merasa cukup terkejut. Ia menilai tingkat kesulitan soal lebih tinggi dari perkiraannya.

"Secara keseluruhan sih lumayan susah. Saya cukup kaget dengan tingkat kesulitannya," ujar Revan usai pelaksaaan TKA, di SMPN 2 Curug, Tangerang, Banten, Senin, 6 April 2026.

Ia mengaku, tidak mempersiapkan dengan baik terkait soal ujian TKA. Meski sempat belajar dari contoh soal di media sosial, namun materi yang muncul dinilai berbeda jauh dari ekspektasi.

"Yang keluar beda jauh. Di TikTok cuma sedikit yang mirip," katanya.

Persiapan belajar yang tidak konsisten juga menjadi kendala bagi Revan. Ia mengaku belajar tanpa jadwal rutin selama masa persiapan.

"Simulasi sama yang ini beda lagi. Perbedaannya cukup jauh menurut saya," ucapnya.

Pada mata pelajaran matematika, Revan menyoroti soal yang panjang. Ia juga merasa materi tertentu cukup menyulitkan untuk dipahami.

"Waktunya cukup. Cuma soalnya yang terasa lebih sulit," katanya.

Berbeda dengan Revan, Helba Anindya mengaku sempat merasa gugup. Namun rasa penasaran membuatnya tetap bersemangat mengikuti ujian.

"Jujur awalnya takut dan deg-degan. Tapi saya juga penasaran dengan soalnya," ujar Helba.

Ia menyebut pengalaman ini menjadi hal baru. Helba mengatakan telah mempersiapkan diri sejak beberapa bulan lalu dengan meningkatkan intensitas belajar soal TKA.

"Saya mulai belajar sejak Desember secara bertahap. Menjelang ujian saya lebih intens belajar," katanya.

Ia merasa dukungan orang tua sangat membantu. Menurutnya, bantuan orang tua membuat proses belajar lebih terarah sekaligus meningkatkan rasa percaya diri saat ujian.

"Saya tetap ingin memberikan hasil terbaik. Saya berharap hasilnya bisa maksimal," ucapnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Curug Purwaningsih mengatakan, pelaksanaan TKA di sekolahnya tersebutberjalan lancar. Ia memastikan tidak ada kendala berarti sejak sesi pertama.

"Alhamdulillah pada sesi pertama berjalan lancar. Tidak ada kendala berarti selama pelaksanaan," ujarnya.

Sekolah menggelar ujian dalam beberapa sesi. Purwaningsih mengatakan, total peserta dibagi dalam beberapa ruang ujian. S

etiap sesi diikuti sekitar 60 siswa secara bergantian. Ia berharap kondisi ini bertahan hingga hari terakhir.

"Jaringan berjalan baik. Token juga keluar tepat waktu," katanya.

Ia mengatakan, sekolah hanya mendorong siswa membiasakan diri dengan soal. Guru juga mulai menyusun soal serupa untuk latihan.

"Kami ingin siswa beradaptasi secara alami. Tidak ada bimbingan khusus yang diberikan," ujarnya.

Adapun TKA jenjang SMP terdiri dari dua mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika. Masing-masing pelajaran erdiri dari 30 butir soal.

Setiap siswa diberikan durasi 75 menit untuk mengerjakannya. Sejalan dengan ujian TKA, siswa juga akan mengerjakan survei karakter dan survei lingkungan belajar di akhir, selama 20 menit.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....