Menko Pangan Terima Keluhan Pedagang Terkait Lonjakan Harga Plastik
- 28 Mar 2026 14:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menko Pangan Zulkifli Hasan menyoroti lonjakan harga plastik yang dikeluhkan pedagang pasar tradisional.
- Kenaikan harga dipicu melonjaknya harga bijih plastik yang berkaitan dengan harga BBM dunia.
- Pemerintah akan memanggil pihak terkait untuk membahas dan mencari solusi atas kenaikan harga tersebut.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti kenaikan harga plastik yang membebani para pedagang pasar tradisional. Pemerintah menemukan lonjakan harga bahan pengemas tersebut saat melakukan pemantauan stok pangan di Pasar Minggu, Jakarts Selatan.
Zulkifli menjelaskan bahwa hampir seluruh pedagang mengeluhkan kondisi harga plastik yang meningkat sangat tajam. Ia menilai kenaikan ini sudah tidak wajar karena harganya melonjak melampaui batas kenaikan normal.
"Iya ini memang tidak hanya pedagang sini, hampir seluruhnya memang mengeluhkan soal harga plastik. Naiknya nggak kira-kira, ini bukan naik, melonjak," ujar Zulkifli usai meninjau lapak pedagang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu, 28 Maret 2026.
Zulkifli mengatakan bahwa harga bijih plastik mengalami kenaikan luar biasa akibat pengaruh harga BBM dunia. Ia berencana memanggil pihak-pihak terkait untuk membahas fenomena kenaikan harga yang sangat tinggi tersebut.
"Karena saya dengar bijih plastiknya naiknya luar biasa, karena plastik itu kan dari BBM kan. Ya nanti kita akan bahas secara khusus, kok tiba-tiba naiknya begitu tinggi, kita akan undang beberapa pihak terkait," kata Zulhas.
Pedagang bernama Gemi mengungkapkan bahwa kenaikan harga plastik sudah terjadi sejak beberapa hari sebelum lebaran. Ia menyebut selisih kenaikan harga mencapai angka enam ribu rupiah untuk setiap pak plastik.
"Sebelum lebaran dua hari atau tiga hari Rp6.000 naiknya. Tidak kira-kira naiknya, tidak Rp1.000 atau 2.000, ini Rp 5.000 sampai 6.000," ujar Gemi.
Gemi menceritakan bahwa harga satu pak plastik kini telah menyentuh angka Rp23.000. Sebelumnya para pedagang hanya perlu membayar Rp17.000 untuk mendapatkan produk pengemas serupa.
"Orang jualan juga ngeluh kalau plastik mahal kayak gitu. Biasa belanja paling Rp60.000 sampai Rp70.000 tidak sampai. Sekarang Rp100.000 an lebih," kata Gemi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....