Insiden TNI Gugur di Lebanon, SBY Pesankan Prajurit Tetap Waspada

  • 06 Apr 2026 07:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pesan khusus kepada prajurit TNI yang masih bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon
  • SBY meminta mereka tetap waspada dan menjaga keselamatan di tengah situasi konflik.
  • SBY juga mengenang pengalamannya saat terlibat dalam misi perdamaian PBB di Bosnia

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pesan khusus kepada prajurit TNI yang masih bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon. Ia meminta mereka tetap waspada dan menjaga keselamatan di tengah situasi konflik.

Pesan tersebut disampaikan SBY melalui unggahan di akun X @SBYudhoyono, Minggu, 5 April 2026. SBY menilai tugas sebagai penjaga perdamaian memiliki risiko tinggi yang harus dihadapi dengan kesiapsiagaan.

Menurutnya, prajurit TNI menjalankan tugas mulia dalam menjaga stabilitas kawasan. Namun, kondisi di lapangan saat ini menuntut kewaspadaan lebih tinggi dari para personel.

"Sebagai seorang sesepuh dan senior TNI, saya sampaikan kepada para prajurit Kontingen Garuda XXIII/S yang masih berada di Lebanon. Untuk tetap bersemangat dalam mengemban tugas mulia," ucap SBY.

"Do your best dan jaga diri baik-baik. Keluarga yang mencintai kalian menunggu kehadiran kembali di Tanah Air," ujarnya.

SBY juga mengenang pengalamannya saat terlibat dalam misi perdamaian PBB di Bosnia. Ia menilai pengalaman tersebut memberikan pemahaman tentang kompleksitas tugas di wilayah konflik.

"Saya pernah mengemban tugas PBB di Bosnia (former Yugoslavia) tahun 1995-1996. Dengan pangkat Brigadir Jenderal, saya menjadi Kepala Pengamat Militer PBB," kata SBY.

"Investigasi terhadap pelanggaran gencatan senjata juga sering kami lakukan," ucapnya. Ia kemudiam menegaskan bahwa peran pasukan perdamaian berbeda dengan pasukan tempur.

Oleh karena itu, prajurit harus tetap mengutamakan keselamatan dalam menjalankan mandat internasional. SBY berharap seluruh prajurit dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat.

Sebelumnya, Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) dilaporkan kembali mendapat serangan di wilayah selatan negara itu. Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, menyatakan tiga prajurit TNI yang menjadi anggota UNIFIL mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

“Saya sudah menerima laporan bahwa ada tiga prajurit TNI yang terluka,” ujarnya, Sabtu, 4 April 2026. Menurut Sugiono, saat ini UNIFIL masih menginvestigasi penyebab insiden tersebut seperti halnya yang terjadi sebelumnya.

Menlu menegaskan pemerintah telah meminta PBB menggelar investigasi menyeluruh terkait insiden-insiden yang memakan korban prajurit TNI tersebut. Indonesia melalui perwakilan di Markas PBB New York, Amerika Serikat (AS), mengutuk keras serangan terhadap pasukan perdamaian tersebut.

“Pada rapat luar biasa Dewan Keamanan PBB, kami mengutuk keras serangan terhadap penjaga perdamaian (UNIFIL),” ujarnya. “Kami juga menuntut supaya dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian.”

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....