Tiga Negara Ajukan Impor Urea RI imbas Penutupan Selat Hormuz

  • 05 Apr 2026 19:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, ada tiga negara yang mengajukan permintaan impor pupuk urea dari Indonesia.
  • Indonesia masih memiliki kapasitas untuk mengekspor pupuk guna membantu negara-negara tetangga yang mengalami keterbatasan pasokan.

RRI.CO.ID, Makassar - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, ada tiga negara yang mengajukan permintaan impor pupuk urea dari Indonesia. Hal ini imbas penutupan Selat Hormuz, akibat gejolak di Timur Tengah.

Pernyataan itu disampaikan Amran saat meninjau Gudang Bulog Panaikang bersama Wakil Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq di Makassar, Minggu, 5 April 2026. Amran menyebut, hal ini menegaskan posisi Indonesia sebagai produsen pupuk global strategis.

“Kita akan ekspor urea karena kita produsen urea, beberapa negara sudah meminta. Ada tiga negara meminta,” ujar Amran.

Meski demikian, ia belum mengungkapkan identitas negara pemesan. Karena proses negosiasi masih berlangsung.

Pemerintah berharap kesepakatan yang tercapai dapat memberikan nilai tambah dan keuntungan optimal bagi Indonesia. “Ini masih nego supaya harga kita lebih bagus,” katanya.

Amran menegaskan pemerintah telah mengamankan ketersediaan pupuk sejak awal tahun melalui pembelian bahan baku. Langkah ini memastikan pasokan pupuk nasional tetap stabil di tengah dinamika global.

Ia menyebut kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai memiliki visi kuat menjaga ketahanan sektor pertanian. Termasuk memastikan ketersediaan sarana produksi.

Selain pupuk, Amran memastikan ketegangan geopolitik di Timur Tengah tidak berdampak signifikan terhadap harga pangan domestik. Stok beras nasional disebut mencapai 4,5 juta ton dan dinilai aman hingga 11 bulan ke depan.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi menegaskan ekspor pupuk urea tetap dilakukan sepanjang kebutuhan dalam negeri terpenuhi. “Yang penting Indonesia aman dulu baru ekspor,” kata Rahmad usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (2/4).

Menurutnya, Indonesia masih memiliki kapasitas untuk mengekspor pupuk guna membantu negara-negara tetangga yang mengalami keterbatasan pasokan. Ini akibat penutupan Selat Hormuz dan gejolak global di Timur Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....