Pupuk Indonesia Pimpin Pembentukan Asosiasi Produsen Pupuk Asia Tenggara
- 02 Apr 2026 20:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Bali - PT Pupuk Indonesia (Persero) resmi membentuk asosiasi produsen pupuk Asia Tenggara atau Southeast Asia Fertilizer Association (SEAFA). Asosiasi tersebut diinisiasi bersama Petronas Chemicals Group Berhad dan Brunei Fertilizer Industries.
SEAFA dideklarasikan dalam rangkaian Argus Fertilizer Asia Conference, Nusa Dua, Bali, pada Rabu, 1 April 2026. Asosiasi ini bertujuan mendorong kerja sama antar produsen pupuk di ASEAN untuk menjaga ketahanan pangan kawasan.
Indonesia, melalui kerja sama regional tersebut, berpeluang memperluas akses terhadap pengembangan teknologi industri dan peningkatan kapasitas produksi. Lalu, memperkuat rantai pasok pupuk Indonesia yang lebih tangguh di tengah dinamika pasar global.
Kolaborasi ini diharapkan memberikan dampak positif bagi penguatan industri pupuk nasional. Sekaligus, meningkatkan daya saing industri pupuk Indonesia di tingkat regional dan global.
“Pembentukan SEAFA berangkat dari pemahaman sederhana bahwa tantangan dalam lanskap pertanian dan ketahanan pangan regional semakin kompleks. Menghadapi tantangan tersebut membutuhkan informasi yang lebih baik, kesadaran yang lebih tinggi serta rasa tanggung jawab bersama,” kata Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi.
Rahmad mengatakan, pembentukan SEAFA merupakan langkah penting bagi industri pupuk regional dalam merespons tantangan global. Menurutnya, kolaborasi ini dapat memperkuat sinergi industri regional dalam memastikan ketersediaan pasokan guna mendukung ketahanan pangan regional.
“Rantai pasok yang volatil dan pergeseran kebutuhan energi yang berdampak pada sektor pertanian, penting untuk terus bergerak adaptif. Hal ini penting untuk menjaga kelincahan, sekaligus memastikan setiap langkah tetap berpijak pada prinsip yang kita pegang,” kata Rahmad.
Brunei Darussalam akan menjadi lokasi kantor sekretariat utama asosiasi. Sementara dari sisi struktur organisasi, Pupuk Indonesia ditunjuk sebagai Chairman pertama SEAFA, dengan Petronas Chemicals Group sebagai Co-Chairman.
Posisi ketua asosiasi selanjutnya akan dipilih secara bergilir dengan masa jabatan selama satu tahun. Ke depan, SEAFA diharapkan dapat berkembang menjadi platform kolaborasi strategis bagi industri pupuk di kawasan.
SEAFA menjadi wadah berbagi pengetahuan dan inovasi dalam praktik produksi berkelanjutan, pengembangan teknologi rendah karbon, serta digitalisasi rantai pasok pupuk. Organisasi ini juga diharapkan menjadi representasi bersama industri pupuk Asia Tenggara dalam berbagai forum regional dan internasional.
Dalam jangka panjang, SEAFA juga terbuka untuk memperluas kolaborasi dengan lebih banyak produsen pupuk dari negara-negara ASEAN lainnya. Memperkuat sinergi industri pupuk kawasan sekaligus meningkatkan kontribusi ASEAN dalam menjaga stabilitas pasokan pupuk dan ketahanan pangan global.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono turut hadir pada acara Argus Fertilizer Asia Conference. Wamentan menegaskan, kolaborasi antar negara menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan, terutama di tengah dinamika geopolitik global.
Pupuk ini bukan hanya urusan industri pupuk, tetapi juga berkaitan dengan ketahanan pangan. Sehingga, kita tidak bisa (berjalan) sendiri-sendiri, kita harus kolaborasi (antar negara),” kata Sudaryono.
Kerja sama tersebut, menurutnya, perlu dibangun secara berkelanjutan, termasuk melalui forum internasional yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan. Termasuk, negara-negara sahabat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....