Polri Kirim Ratusan Personel ke Papua dan Malut Perkuat Keamanan dan Kamtibmas
- 05 Apr 2026 18:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Polri mengerahkan ratusan personel ke Papua Tengah dan Maluku Utara untuk penguatan keamanan.
- Sebanyak 148 personel gabungan disiapkan untuk Papua Tengah, termasuk Brimob, Bareskrim, dan Propam.
- Penguatan dilakukan merespons konflik di Halmahera Tengah dan kasus penyerangan polisi di Dogiyai.
RRI.CO.ID, Jakarta - Polri mengerahkan ratusan personel ke Papua Tengah dan Maluku Utara. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pengamanan serta merespons situasi kamtibmas di kedua wilayah tersebut.
Pengecekan kesiapan pasukan Brigade Mobil (Brimob) dilaksanakan di Mako Brimob pada Sabtu, 4 April 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri).
Polri menyiapkan 100 personel Brimob untuk Papua Tengah dalam penguatan pengamanan wilayah. Selain itu, Tim Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) sebanyak delapan personel dibagi ke dua wilayah.
Tim Badan Intelijen dan Keamanan (BIK) menyiapkan 10 personel untuk Papua Tengah. Kemudian, Tim Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) sebanyak 26 personel dibagi ke Papua Tengah dan Maluku Utara.
Polri juga mengerahkan 20 personel dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) ke Papua Tengah. Secara keseluruhan, penguatan personel gabungan ke Papua Tengah mencapai 148 personel.
Untuk wilayah Maluku Utara, sebanyak 12 personel Divpropam telah diberangkatkan menggunakan pesawat Beechcraft. Sementara empat personel Itwasum masih dalam proses pencarian tiket keberangkatan.
Personel yang akan bertugas di Papua Tengah dijadwalkan berangkat pada Minggu, 5 April 2026 pukul 01.00 WIB. Mereka akan menuju Nabire menggunakan maskapai Batik Air sebagai bagian dari penguatan pengamanan.
Langkah ini dilakukan seiring perkembangan situasi kamtibmas di beberapa wilayah terdampak konflik. Di Halmahera Tengah, terjadi konflik antarwarga yang dipicu dugaan kasus pembunuhan.
Konflik tersebut berkembang menjadi aksi saling serang antara warga Desa Bobane Jaya dan Desa Sibenpopo. Peristiwa ini mengakibatkan korban jiwa serta kerusakan rumah, fasilitas umum, dan tempat ibadah.
Aparat gabungan TNI dan Polri bersama pemerintah daerah bergerak cepat meredam konflik. Situasi di wilayah tersebut dilaporkan mulai berangsur kondusif pada Jumat sore.
Di Papua Tengah, terjadi aksi penganiayaan terhadap personel Polri Bripda Juventus Edowai oleh orang tak dikenal. Peristiwa tersebut menyebabkan korban meninggal dunia.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan komitmen Polri menjaga keamanan. Ia menyebut langkah penguatan dilakukan secara cepat dan terukur.
"Polri telah mengambil langkah cepat dengan mengerahkan personel tambahan untuk memperkuat pengamanan. Kami mengedepankan pendekatan humanis serta penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, 5 April 2026.
Trunoyudo juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia meminta seluruh pihak bersama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
"Kami mengajak masyarakat tidak terpengaruh hoaks maupun provokasi yang dapat memperkeruh keadaan. Mari bersama menjaga keamanan di lingkungan masing-masing," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....