Layak Diseret ke ICC, DPR Beberkan Empat Unsur Kejahatan Israel

  • 05 Apr 2026 11:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Said Abdullah mewanti-wanti, serangan Israel terjadi berulang ke Markas UNIFIL di Lebanon
  • Ia menegaskan, PBB hingga negara-negara berdaulat harus menyeret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC)
  • Berikut empat unsur kejahatan Israel yang dinilai Said layak diseret ke Mahkamah Pidana Internasional
  • Menuntut pertanggungjawaban langsung Israel atas terbunuhnya tiga prajurit TNI dan lima lainnya terluka

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Said Abdullah mewanti-wanti, serangan Israel terjadi berulang ke Markas UNIFIL di Lebanon. Tidak hanya Lebanon, Ketua Banggar DPR ini juga menyoroti, serangan intensif Israel di Gaza, Palestina.

Ia menegaskan, PBB hingga negara-negara berdaulat harus menyeret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC). Menurutnya, kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel telah memenuhi empat unsur sekaligus.

Berikut empat unsur kejahatan Israel yang dinilai Said layak diseret ke Mahkamah Pidana Internasional:

a. The crime of genocide (genosida), diatur dalam Pasal 6 Statuta Roma;

b. Crimes against humanity (kejahatan terhadap kemanusiaan), diatur dalam Pasal 7 Statuta Roma;

c. War crimes (kejahatan perang), diatur dalam Pasal 8 Statuta Roma;

d. The crime of aggression (agresi), khusus mengenai kejahatan agresi belum diatur lebih rinci dalam Statuta Roma,[8] dan Mahkamah akan melaksanakan yurisdiksi setelah suatu ketentuan diadopsi sesuai dengan Pasal 121 dan 123 Statuta Roma

"Menuntut pertanggungjawaban langsung Israel atas terbunuhnya tiga prajurit TNI dan lima lainnya terluka. Dalam bentuk, pengukuan tindakan penyerangan tersebut dan permintaan maaf dalam forum resmi di PBB," kata Said dalam keterangan persnya, di Jakarta, Minggu, 5 April 2026.

Said menekankan, keberadaan Israel telah menjadi beban dunia. Dunia Internasional harus berani menyerukan, memutuskan hubungan diplomatik dan kerjasama berbagai bidang dengan Israel.

"Mengisolasi Israel dalam hubungan dengan berbagai bangsa-bangsa di dunia. Beberapa negara di Eropa yang semula menjadi mitra baik Israel telah melakukan hal ini," ucap Said.

Kemudian, ia mengapresiasi, langkah pemerintah Spanyol yang menarik dubesnya dari Israel. Lalu, pemerintah Prancis dan Denmark yang menolak penjualan senjata ke Israel.

"Kalau mereka (Israel) menjadi bangsa terpilih, harusnya mereka menyuci dosa masa lalu dengan pertobatan. Membawa keadilan dan rasa kemanusiaan di masa kini," ujar Said.

Sebelumnya diberitakan, Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) dilaporkan kembali mendapat serangan di wilayah selatan negara itu. Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono menyatakan, tiga prajurit TNI yang menjadi anggota UNIFIL mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

“Saya sudah menerima laporan bahwa ada tiga prajurit TNI yang terluka,” ujarnya, Sabtu, 4 April 2026. Menurut Sugiono, saat ini UNIFIL masih menginvestigasi penyebab insiden tersebut seperti halnya yang terjadi sebelumnya.

Menlu menegaskan, pemerintah telah meminta PBB menggelar investigasi menyeluruh terkait insiden-insiden yang memakan korban prajurit TNI tersebut. Indonesia melalui perwakilan di Markas PBB New York, Amerika Serikat (AS), mengutuk keras serangan terhadap pasukan perdamaian tersebut.

“Pada rapat luar biasa Dewan Keamanan PBB, kami mengutuk keras serangan terhadap penjaga perdamaian (UNIFIL). Kami juga menuntut supaya dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian," ucap Menlu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....