Serang Markas UNIFIL, PDIP Tegaskan Dunia Internasional Harus Berani Hukum Israel

  • 05 Apr 2026 13:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Said Abdullah menegaskan, dunia internasional harus berani menghukum Israel
  • Kita berduka atas delapan korban prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian atas nama PBB
  • Gugurnya tiga orang prajurit TNI dan lima lainnya luka-luka, momentum PBB bertindak lebih tegas dan nyata terhadap Israel

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Said Abdullah menegaskan, dunia internasional harus berani menghukum Israel. Pernyataan tegas ini, merespons serangan Israel ke Markas UNIFIL di Lebanon yang membuat delapan prajurit TNI menjadi korban.

"Kita berduka atas delapan korban prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian atas nama PBB. Tiga prajurit kita meninggal dan lima orang mengalami luka-luka," kata Ketua Banggar DPR RI ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Minggu, 5 April 2026.

Aksi penyerangan tentara Israel terhadap pasukan perdamaian PBB, menurutnya, menunjukkan mereka merasa berdiri diatas hukum. Serangan Israel ke Markas UNIFIL di Lebanon, diungkapkannya, bukan pertama kalinya.

"Jika kita hitung sejak Oktober 2024, tentara Israel telah melakukan serangan 25 kali. Terhadap properti dan pasukan penjaga perdamaian PBB di Libanon," ucap Said.

Tragedi berulang yang dilakukan oleh Israel ini, lanjutnya, seolah-olah mendapatkan impunitas. Seperti halnya, ketika Israel melakukan kejahatan kemanusiaan di Gaza, Palestina.

"Dunia dan PBB seolah tak kuasa menahan kejahatan kemanusiaan yang di lakukan oleh Israel. Gugurnya tiga orang prajurit TNI dan lima lainnya luka-luka, momentum PBB bertindak lebih tegas dan nyata terhadap Israel," ujar Said.

Sebelumnya diberitakan, jenazah tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) telah tiba di Indonesia. Setiap peti dilakukan pergantian sebelum dilaksanakan upacara penyambutan serta serah terima kepada pihak keluarga.

Pantauan rri.co.id di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pesawat yang membawa jenazah tiga prajurit TNI tiba sekitar pukul 17.57 WIB. Kedatangan jenazah itu disambut dengan sejumlah prajurit TNI.

Tiga peti jenazah terlihat dimasukkan ke dalam mobil jenazah yang berjumlah tiga unit. Nantinya, upacara penyambutan akan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Alur acara kedatangan dimulai dengan upacara kemiliteran di Apron VIP Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta oleh 530 anggota TNI dari semua matra. Upacara itupun sekaligus penyerahan jenazah dari UNIFIL kepada petinggi TNI.

Kemudian dibawa ke dalam Gedung VIP Terminal 3 untuk diserahterimakan ke pihak keluarga. acara tersebut juga disaksikan langsung oleh Presiden Pranowo Subianto dan sejumlah petinggi negara dan Petinggi TNI lainnya.

Setelah prosesi selesai, dua jenazah diterbangkan kembali menggunakan pesawat hercules ke bandara Yogyakarta Internasional (YAI). Sementara satu lainnya diterbangkan menuju Bandara Husein Sastra Negara, Bandung.

Untuk jenazah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Bandung. Kemudian, Serka (Anm) M. Nur Ichwan akan dimakamkan di TMP Giri Dharmaloyo II, Magelang dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon di TMP Giripeni, Kulonprogo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....