Menlu Sugiono: Tiga Prajurit TNI Terluka di Lebanon, Pemerintah Desak Investigasi
- 05 Apr 2026 07:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tiga prajurit TNI mengalami luka-luka akibat penyerangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).
- Pemerintah mengutuk serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian dan mendesak PBB melakukan investigasi menyeluruh.
RRI.CO.ID, Jakarta – Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) dilaporkan kembali mendapat serangan di wilayah selatan negara itu. Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, menyatakan tiga prajurit TNI yang menjadi anggota UNIFIL mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
“Saya sudah menerima laporan bahwa ada tiga prajurit TNI yang terluka,” ujarnya, Sabtu, 4 April 2026. Menurut Sugiono, saat ini UNIFIL masih menginvestigasi penyebab insiden tersebut seperti halnya yang terjadi sebelumnya.
Menlu menegaskan pemerintah telah meminta PBB menggelar investigasi menyeluruh terkait insiden-insiden yang memakan korban prajurit TNI tersebut. Indonesia melalui perwakilan di Markas PBB New York, Amerika Serikat (AS), mengutuk keras serangan terhadap pasukan perdamaian tersebut.
“Pada rapat luar biasa Dewan Keamanan PBB, kami mengutuk keras serangan terhadap penjaga perdamaian (UNIFIL),” ujarnya. “Kami juga menuntut supaya dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian.”
Menlu menegaskan serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan, karena mereka menjalankan mandat PBB. Karena itu, dia mendorong adanya jaminan keamanan bagi para personel penjaga perdamaian di mana pun.
“Mereka adalah penjaga perdamaian, bukan pencipta perdamaian,” ucapnya. “Mereka tidak dilengkapi dengan kemampuan untuk membuat, tetapi untuk menjaga situasi damai yang merupakan mandat PBB.
Menurut Menlu, pemerintah juga mendorong PBB mengevaluasi total aspek keselamatan pasukan penjaga perdamaian di berbagai wilayah penugasan. Khususnya dalam misi UNIFIL di Lebanon agar prajurit dapat menjalankan tugas dengan baik.
“Kami sekali lagi berupaya agar pasukan penjaga perdamaian memperoleh jaminan keamanan,” ujarnya. Sehingga, kata Menlu, anggota pasukan perdamaian selalu sehat dan selamat dalam menjalankan tugas yang diembankan.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, mengakui belum mendapatkan informasi mengenai perkembangan terakhir tersebut. “Memang kami belum mendapat informasinya secara detail,” katanya.
Menurut Maruli, anggota TNI yang terluka di Lebanon pastinyatelah mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat. “Mungkin nanti akan dikontak langsung ke Mabes TNI,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....