WFH ASN dan Swasta Pangkas Pendapatan Warteg Jutaan Rupiah

  • 04 Apr 2026 07:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan work from home atau WFH bagi ASN dan imbauan untuk swasta. Kebijakan tersebut bertujuan menghemat konsumsi BBM hingga 20% dan mengurangi kemacetan.

Namun sejumlah kalangan mengkhawatirkan kebijakan berisiko menekan UMKM sekitar perkantoran. Misalnya, Pedagang kecil dan usaha mikro di sekitar kawasan perkantoran berpotensi kehilangan omzet akibat berkurangnya mobilitas pekerja, termasuk warung tegal (warteg).

Ketua Korda Jakarta Komunitas Warteg Nusantara (kowantara), Izzudin Zidan, menyebut kebijakan WFH berpotensi memangkas pendapatan Warteg hingga jutaan rupiah dalam sebulan. “Hitungannya dalam sehari pendapatan Warteg sekitar perkantoran bisa mencapai di atas Rp1 juta per hari, dan dengan WFH bisa berkurang Rp800 ribu sampai Rp1 juta,” katanya dalam perbincangan dengan RRI Pro 3, Jumat (3/4/2026).

Jadi, katanya, dalam sebulan bisa berkurang Rp3,6 sampai Rp4 juta. Namun demikian, ujar Izzudin, Warteg yang ada sekitar area perkantoran akan tetap buka, karena masih ada karyawan yang bekerja, serta pelanggan lainnya.

“Hanya saja kemungkinan ada pengurangan porsi dagangan yang dimasak. Kami sebenarnya juga berharap pemerintah dapat menjaga harga bahan makanan jualan kami stabil, sehingga dampak pengurangan pendapatan juga bisa diminimalkan,” katanya.

Sekarang ini, kata dia, harga sejumlah kebutuhan pokok serta bumbu-bumbuan, seperti cabai masih tinggi. Hal ini, katanya, sangat berpengaruh terhadap pendapatan Warteg.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....