INACA: Maskapai Kurangi Penerbangan, Fokus Rute dengan Permintaan Tinggi

  • 03 Apr 2026 15:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Maskapai mengurangi frekuensi penerbangan dan hanya melayani rute dengan permintaan tinggi
  • Kenaikan harga avtur dinilai luar biasa, namun respons industri tetap sama dengan menekan operasional agar tetap bertahan
  • Maskapai belum menghentikan operasi penuh, tetapi berpotensi mengurangi jumlah penerbangan akibat penurunan permintaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto mengatakan maskapai melakukan efisiensi dengan mengurangi frekuensi penerbangan dan fokus rute permintaan tinggi. Ia menyebu langkah ini serupa krisis sebelumnya, ketika kenaikan harga minyak memaksa maskapai menyesuaikan operasional secara signifikan.

Bayu menjelaskan maskapai akan mengoperasikan penerbangan pada rute dengan permintaan tinggi dan . Ia menyebut segmen tersebut umumnya berasal dari kebutuhan perjalanan penting seperti bisnis yang tidak bisa ditunda.

“Mengurangi penerbangan, hanya terbang di rute-rute yang demand-nya tinggi lah ya, atau orangnya gak terkena sensitif harga tadi. Atau tidak sensitif terhadap harga tiket, karena dia harus berpergian,” ujarnya kepada RRI PRO3 di Jakarta, Jumat, 3 April 2026.

Menurutnya, kenaikan harga avtur kali ini tergolong luar biasa dibandingkan periode sebelumnya seperti tahun 1982 hingga 1983. Namun demikian, pola respons industri tetap sama, yaitu menekan operasional agar tetap bertahan menghadapi tekanan biaya tinggi.

Bayu juga menilai maskapai berbiaya rendah maupun layanan penuh mengalami dampak serupa akibat kenaikan harga avtur tersebut. Ia menegaskan penyesuaian dilakukan melalui tambahan biaya seperti fuel surcharge yang sudah diterapkan di berbagai maskapai.

Ia menyebut kemungkinan penghentian operasi penuh belum terjadi dalam kondisi saat ini pada industri penerbangan nasional. Namun, maskapai berpotensi mengurangi jumlah penerbangan seiring penurunan permintaan akibat harga tiket yang tinggi.

“Sebetulnya belum sampai operasi, berhenti operasi penuh. Tapi mungkin mengurangi jumlah penerbangan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....