Perbedaan Gempa Tektonik dan Vulkanik yang Perlu Diketahui

  • 03 Apr 2026 13:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gempa tektonik disebabkan pergerakan lempeng bumi, sedangkan gempa vulkanik dipicu aktivitas magma gunung berapi
  • Kekuatan gempa tektonik umumnya lebih besar dengan dampak luas, sementara gempa vulkanik cenderung lebih kecil dan lokal
  • Perbedaan keduanya juga terlihat dari jangkauan dampak dan perannya, termasuk gempa vulkanik sebagai indikator aktivitas gunung api

RRI.CO.ID, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara, Kamis, 2 April 2026, pukul 05.48 WIB. BMKG menyatakan bahwa gempa yang terjadi merupakan gempa tektonik.

Gempa sendiri merupakan fenomena alam yang sering terjadi di Indonesia dan diklasifikasikan menjadi gempa tektonik serta gempa vulkanik berdasarkan sumber penyebabnya. Keduanya sama-sama menghasilkan getaran di permukaan bumi, tetapi memiliki perbedaan karakteristik, proses terjadinya, serta dampak yang ditimbulkan.

Gempa tektonik terjadi akibat pergerakan lempeng bumi yang saling bertabrakan, bergeser, atau menjauh satu sama lain di dalam kerak bumi. Aktivitas tersebut menyebabkan pelepasan energi dalam jumlah besar sehingga menimbulkan guncangan yang dapat dirasakan hingga wilayah yang luas.

Energi yang dilepaskan pada gempa tektonik umumnya jauh lebih besar dibandingkan jenis gempa lainnya sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan signifikan. Selain itu, gempa ini dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa tanda yang jelas dan menjangkau daerah yang sangat luas.

Sementara itu, gempa vulkanik berkaitan dengan aktivitas gunung berapi, terutama akibat tekanan dan pergerakan magma di dalam perut bumi. Getaran ini biasanya muncul sebagai bagian dari rangkaian aktivitas vulkanik yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya erupsi.

Gempa vulkanik memiliki kekuatan yang relatif lebih kecil dibandingkan gempa tektonik dan dampaknya cenderung terbatas pada area sekitar gunung berapi aktif. Meski demikian, keberadaannya sangat penting sebagai indikator awal dalam pemantauan aktivitas gunung api oleh para ahli.

Perbedaan utama kedua jenis gempa tersebut terletak pada sumber penyebab, kekuatan, serta jangkauan dampaknya di permukaan bumi. Gempa tektonik berkaitan dengan dinamika lempeng bumi berskala besar, sedangkan gempa vulkanik berhubungan langsung dengan aktivitas magma di dalam gunung berapi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....