Jumat Agung dan Paskah, Gereja Katedral Jakarta Siapkan Lima Ribu Kursi
- 02 Apr 2026 20:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gereja Katedral Jakarta menyiapkan sekitar 5.000 kursi di berbagai area, termasuk tenda dan gedung pendukung, untuk mengakomodasi umat dalam rangkaian Tri Hari Suci.
- Sistem registrasi diterapkan guna mengatur jumlah umat dan mencegah kepadatan, seiring tingginya antusiasme perayaan Paskah tahun ini yang mengangkat tema kepedulian terhadap lingkungan.
- Ibadat Jumat Agung diawali drama sengsara Yesus Kristus oleh OMK, dengan pesan refleksi tentang pertobatan dan pengampunan melalui kisah Santo Petrus.
RRI.CO.ID, Jakarta - Gereja Katedral Jakarta menyiapkan sekitar 5.000 kursi bagi umat yang akan mengikuti rangkaian peringatan Tri Hari Suci Paskah. Demikian disampaikan oleh Humas Gereja Katedral Jakarta Susyana Suwadie.
"Kita menyediakan kompleks ini dengan berbagai ruangan yang ada dan juga tenda yang kita siapkan. Itu kita ada kapasitas kursi yang tersedia adalah 5.000," katanya kepada wartawan di lobby Gereja Katedral Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis, 2 April 2026.
Kemudian, area luar, yaitu Plaza Maria dan Gua Maria 500 kursi, tenda 3.000. Adapun Grha Pemuda lantai 1 dan 4 sejumlah total 800 kursi, sehingga secara keseluruhan jumlah kurang lebih 5.000 kursi.
Lebih lanjut, sistem registrasi telah diterapkan selama beberapa tahun terakhir. Hal dilakukan agar tidak berdesak-desakan mengingat tingginya antusiasme, sementara daya tampung ruang utama gereja terbatas.
Ia juga menyampaikan bahwa tema Paskah tahun ini adalah Kepedulian Kepada Keutuhan Alam Ciptaan. "Jadi di sini semua diajak untuk bagaimana kita menjalankan pertobatan ekologis," ucapnya.
Pelaksanaan Jumat Agung di Gereja Katedral Jakarta akan diawali dengan drama tentang sengsara dan wafat Yesus Kristus. Hal tersebut disampaikan oleh Pastor Kepala Gereja Katedral Jakarta, Romo Macarius Maharsono Probho.
Ia menjelaskan, rangkaian ibadat akan diawali dengan refleksi yang dibawakan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Katedral Jakarta. Hal itu yang mengangkat kisah kejatuhan Santo Petrus.
"Petrus pernah jatuh dan menyangkal Yesus, namun, siapa pun yang pernah berbuat salah tetap dapat melihat kasih. Dan pengampunan Tuhan, serta bangkit kembali," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....