Simak Arti Warna Liturgi Jumat Agung Lengkap dengan Maknanya

  • 01 Apr 2026 08:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Warna merah melambangkan darah, kasih, dan pengorbanan Yesus Kristus dalam peristiwa penyaliban.
  • Warna ini juga dipakai dalam perayaan lain seperti Minggu Palma, Hari Pentakosta, serta peringatan para martir dan rasul.
  • Peringatan ini mengenang wafat Yesus Kristus dan menjadi waktu bagi umat Kristen untuk merenungkan pengorbanan-Nya demi keselamatan manusia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Jumat Agung merupakan salah satu hari penting dalam kalender liturgi Kristen. Hari tersebut selalu diperingati untuk mengenang wafatnya Yesus Kristus melalui penyaliban.

Jumat Agung selalu menjadi waktu refleksi bagi kristiani untuk mengenang pengorbanan dan kasih yang ditunjukkan Yesus kepada umat-Nya. Pada tahun ini, Jumat Agung jatuh pada 3 April 2026.

Setiap perayaan keagamaan dalam tradisi Kristen memiliki warna liturginya tersendiri, termasuk Jumat Agung. Setiap warna yang digunakan memiliki arti yang mencerminkan makna perayaan yang sedang dijalani.

Dengan memahami soal warna liturgi Jumat Agung, umat Kristen dapat lebih menghayati makna peringatan tersebut. Lantas, apa warna liturgi Jumat Agung?

Warna Liturgi Jumat Agung

Dilansir dari laman Paroki St Arnoldus Janssen Waikomo, warna liturgi Jumat Agung adalah warna merah. Sebagai warna api dan darah, merah melambangkan kasih, kebijakan, dan pengorbanan.

Dalam liturgi gereja, warna merah tidak hanya digunakan pada Jumat Agung saja. Warna ini juga digunakan saat Minggu Palma, Hari Pentakosta, dan perayaan Darah Suci.

Adapun hari-hari perayaan para rasul dan santo martir, serta perayaan yang berkaitan dengan relikui suci. Selain itu, warna merah juga digunakan pula selama perayaan Injil dan Peninggian Salib Suci.

Tidak hanya itu, warna ini juga dapat digunakan untuk misa sakramen konfirmasi. Selama hari tersebut tidak bertepatan dengan hari perayaan liturgi lainnya.

Menukil laman Paroki Katedral Jakarta, warna liturgi digunakan oleh para imam, petugas lektor, putra altar atau putri sakristi. Serta untuk altar gereja.

Umat Kristen sendiri tidak ada diwajibkan mengenakan warna yang sama. Kecuali saat bertugas atau pada momen tertentu.

Dalam tradisi gereja, setiap warna liturgi melambangkan sifat dasar misteri iman yang sedang dirayakan. Warna tersebut juga menegaskan perjalanan hidup umat Kristen sepanjang tahun liturgi.

Makna Jumat Agung

Merangkum penjelasan dalam laman Iman Katolik, Jumat Agung adalah Jumat sebelum Paskah. Di mana umat Kristen memperingati penyaliban, kematian, dan penguburan Yesus Kristus.

Hari ini menjadi momen refleksi atas penderitaan dan pengorbanan Yesus bagi keselamatan manusia. Jumat Agung disebut sebagai salah satu hari terpenting dalam kalender umat Kristen.

Hari ini dianggap sebagai puncak pelayanan Yesus di dunia, sehingga diberi sebutan "Agung" pada hari perayaannya. Dalam Alkitab, kisah penyaliban Yesus diterangkan dalam keempat Injil, yang didahului oleh serangkaian peristiwa penting, mulai dari:

1. Perjamuan Kudus

2. Pengkhianatan Yudas Iskariot

3. Yesus berdoa di taman Getsemani

4. Penangkapan Yesus

5. hingga pengadilan oleh Mahkamah Agama, Pontius Pilatus

6. dan Herodes tercatat sebelum peristiwa salib dan kebangkitan-Nya.

Lebih lanjut, Jumat Agung menjadi momentum bagi setiap umat Kristen untuk mengenang wafatnya Yesus Kristus di atas kayu salib. Pada hari itu, Yesus mengorbankan diri-Nya untuk menanggung penderitaan demi menebus dosa para umat-Nya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....