Pasokan Pupuk Nasional Dipastikan Aman di Tengah Konflik Selat Hormuz
- 02 Apr 2026 17:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan pasokan pupuk urea nasional aman di tengah konflik Selat Hormuz mengganggu jalur perdagangan global.
- Produksi pupuk dalam negeri dinilai mampu menjaga ketahanan sektor pertanian Indonesia di tengah gejolak geopolitik.
RRI.CO.ID Jakarta - PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan pasokan pupuk urea nasional aman di tengah konflik Selat Hormuz mengganggu jalur perdagangan global. Produksi dalam negeri yang kuat dinilai mampu menjaga ketahanan sektor pertanian Indonesia di tengah gejolak geopolitik.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan konflik di Selat Hormuz memang berdampak pada jalur energi dan perdagangan pupuk dunia. Namun, Indonesia dipastikan tidak terdampak signifikan karena kebutuhan urea dipenuhi dari produksi domestik.
“Insya Allah untuk Indonesia aman karena ureanya diproduksi dalam negeri. Bahkan hari ini Indonesia bisa menjadi stabilisator atau bahkan penyelamat ekosistem pangan dunia,” ujar Rahmad di Jakarta, Kamis, 2 April 2026.
Menurutnya, sekitar 30 persen perdagangan pupuk dunia melewati Selat Hormuz dengan volume mencapai 4 juta ton per bulan. Angka tersebut terdiri dari sekitar 1,5 juta ton urea, 1,5 juta ton sulfur, serta sekitar 1 juta ton pupuk lainnya termasuk metanol.
Meski jalur tersebut terganggu, Indonesia dinilai tetap aman karena kapasitas produksi nasional cukup besar. PT Pupuk Indonesia mencatat kapasitas produksi urea operasional mencapai 8,8 juta ton dari total kapasitas terpasang 9,4 juta ton.
Meskipun, diakuinya, sebagian fasilitas produksi telah berusia tua. Dengan kapasitas tersebut, kebutuhan pupuk urea dalam negeri dipastikan tetap terpenuhi meski rantai pasok global mengalami tekanan.
Rahmad juga mengungkapkan harga urea global melonjak signifikan akibat dinamika geopolitik, dari 400 dolar AS per ton menjadi 800 dolar AS per ton. Atau naik dua kali lipat.
Namun, kondisi ini tidak memengaruhi pasokan dalam negeri. Karena mayoritas produksi berasal dari dalam negeri.
Untuk komoditas pupuk lain seperti fosfat dan potas, potensi gangguan lebih terkait faktor pengiriman. Meski demikian, produsen global memastikan tidak ada gangguan produksi di wilayah mereka.
“Kembali lagi kami tegaskan khusus mengenai pupuk kita tidak terjadi gangguan. Khususnya, kecukupan pupuk urea yang memang terganggu (di Selat) Hormuz,” ujarnya.
Pupuk Indonesia juga memastikan kebutuhan pupuk urea, baik subsidi maupun nonsubsidi, tetap terpenuhi. Bahkan harga eceran tertinggi pupuk urea telah turun sekitar 20 persen dan tidak ada rencana kenaikan kembali dalam waktu dekat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....