Gempa 7,6 Magnitudo Guncang Maluku Utara, Warga Mayau Dievakuasi ke Titik Aman
- 02 Apr 2026 08:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gempa berkekuatan 7,6 magnitudo mengguncang Mayau, warga dievakuasi ke lokasi aman
- Tidak ada korban jiwa, namun rumah warga dan gereja mengalami kerusakan cukup parah
- Sekitar seribuan warga mengungsi di sekolah dan perbukitan menunggu informasi lanjutan
RRI.CO.ID, Jakarta — Warga Kelurahan Mayau, Ternate, Maluku Utara, dievakuasi ke sejumlah titik aman setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah tersebut. Evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gempa susulan dan kemungkinan risiko lanjutan.
Lurah Mayau Pendeta Wirol Haurissa mengatakan hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa akibat gempa tersebut. “Untuk kondisi terkini, sejauh ini, kami tidak ada korban jiwa,” ujar Wirol kepada Pro 3 RRI, Kamis, 2 April 2026.
Namun, ia menyebut sejumlah rumah warga dan bangunan gereja mengalami kerusakan cukup parah. “Reruntuhannya rumahnya, tiang-tiangnya masih utuh, cuma temboknya hancur semua yang gedung gereja yang baru itu,” katanya.
Saat ini, proses evakuasi masih terus dilakukan dengan mengarahkan warga ke lokasi yang dinilai aman. “Kami masih evakuasi untuk jemaat kami, untuk warga-warga masyarakat pada titik aman,” ucapnya.
Ia mengatakan titik evakuasi berada di SMA 11 Ternate yang lokasinya berada di dataran tinggi. Selain itu, sebagian warga juga mengungsi ke SMP dan area perbukitan di sekitar sekolah tersebut.
“Kalau warga untuk kami sekitar seribuan lebih, kalau untuk warga. Saat ini di SMA dan SMP, separuh di gunung, di gunung di belakangnya SMA juga,” katanya.
Menurutnya, hingga saat ini warga masih bertahan di lokasi evakuasi sambil menunggu informasi lanjutan dari BMKG dan Basarnas. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan atau potensi risiko lainnya.
“Untuk sementara kami masih untuk mencari posisi aman, masih titik aman. Untuk tendanya setelah berita lanjutnya atau informasi lanjutan dari BMKG atau Basarnas,” ujarnya.
Ia menambahkan gempa yang terjadi dirasakan sangat kuat dan memicu kepanikan di tengah masyarakat. Kondisi tersebut juga menyebabkan seluruh aktivitas warga, termasuk kegiatan sekolah, untuk sementara dihentikan.
Pemerintah kelurahan juga mengimbau masyarakat untuk tetap berada di titik aman hingga ada informasi resmi dari pihak berwenang. Warga diminta tidak kembali ke rumah sebelum kondisi dinyatakan aman sepenuhnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....