Insiden Serangan di Markas UNIFIL, DPR Tegaskan Penting Investigasi Transparan
- 01 Apr 2026 11:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budisatrio Djiwandono menegaskan, penting investigasi menyeluruh insiden penyerangan pasukan UNIFIL di Lebanon
- Langkah konkret diperlukan untuk de-eskalasi konflik serta perlindungan warga sipil dan pasukan perdamaian
- Kami mendorong semua pihak menghentikan eskalasi militer dan menghormati hukum internasional
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budisatrio Djiwandono menegaskan, penting investigasi menyeluruh insiden penyerangan pasukan UNIFIL di Lebanon. Pihaknya meminta, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bekerja transparan bersama UNIFIL serta memastikan hak keluarga korban terpenuhi.
"Kami mendukung langkah pemerintah mendesak PBB menggelar rapat darurat Dewan Keamanan. Kami akan terus berkoordinasi dengan Kemlu agar investigasi bersama UNIFIL berjalan transparan dan menyeluruh,” kata Ketua Fraksi Gerindra DPR RI ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu, 1 April 2026.
Langkah itu, menurutnya, dinilai penting sebagai respons cepat terhadap eskalasi konflik dan perlindungan pasukan penjaga perdamaian. Terlebih, tiga prajurit TNI gugur akibat serangan misil Israel ke markas UNIFIL.
"Langkah konkret diperlukan untuk de-eskalasi konflik serta perlindungan warga sipil dan pasukan perdamaian. Kami mengecam keras serangan di Lebanon Selatan," ujar Budisatrio.
| Baca juga: Apa itu UNIFIL dan Tugasnya di Lebanon? |
Kemudian, ia menilai, insiden tersebut memperburuk konflik dan menjauhkan upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah. Ia juga mengingatkan, potensi eskalasi konflik semakin meluas jika tidak segera dikendalikan.
“Kami mendorong semua pihak menghentikan eskalasi militer dan menghormati hukum internasional. Indonesia kehilangan putra terbaik yang gugur saat menjalankan amanah negara," ujar Budisatrio.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono menghubungi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, menyusul gugurnya prajurit TNI di Lebanon. Langkah ini dilakukan sebagai respons cepat pemerintah Indonesia terhadap eskalasi situasi keamanan di wilayah tersebut.
Dalam percakapan tersebut, Indonesia mendesak PBB segera menggelar rapat darurat Dewan Keamanan PBB untuk membahas insiden yang menewaskan tiga personel penjaga perdamaian dunia asal Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon.
Ketiga prajurit tersebut dilaporkan tewas akibat serangan yang diduga berasal dari Israel. Pemerintah Indonesia juga menuntut dilakukannya investigasi yang cepat, transparan, dan menyeluruh guna mengungkap penyebab serta pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
“Kami meminta dibentuknya rapat darurat Dewan Keamanan PBB. Kemudian proses investigasi yang cepat, menyeluruh, dan transparan," kata Sugiono seperti dalam keterangan pers yang diterima dari Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Selasa, 31 Maret 2026.
Selain menghubungi Gutteres, Menlu Sugiono melakukan komunikasi melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Lebanon Yousef Raggi. Menlu Yousef menyampaikan kekhawatiran mendalam Indonesia atas serangan di Lebanon, termasuk insiden yang menewaskan personel penjaga perdamaian asal Indonesia.
"Langkah-langkah tersebut dilakukan sembari mendukung upaya penurunan eskalasi tensi dan menjaga stabilitas regional. Kami mengecam keras serangan tersebut dan menggarisbawahi pentingnya menghormati keamanan dan keselamatan penjaga perdamaian PBB sesuai dengan hukum Internasional," kata Sugiono menegaskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....