Apa itu UNIFIL dan Tugasnya di Lebanon?

  • 31 Mar 2026 13:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Seorang prajurit TNI bernama Praka Farizal Rhomadhon yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) gugur. Ia gugur saat menjalankan tugas sebagai bagian dari Satgas TNI di bawah UNIFIL.

Peristiwa itu terjadi di markas UNIFIL Indonesia dekat Desa Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, Minggu, 29 Maret 2026. Insiden itu terjadi Ketika meningkatnya ketegangan dan baku tembak antara Israel dengan kelompok bersenjata.

Akibat ketegangan tersebut, diduga menyebabkan serangan ke markas UNIFIL Indonesia. Selain Praka Farizal, sejumlah prajurit TNI juga mengalami luka-luka.

Apa itu UNIFIL?

United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yaitu misi penjaga perdamaian yang dibentuk oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Mandat UNIFIL mencakup penarikan pasukan Israel dari Lebanon, pemulihan perdamaian dan keamanan, serta membantu pemerintah lebanon mengendalikan wilayahnya.

Peran UNIFIL berkembang semakin luas setelah krisis besar pada Juli - Agustus 2006 antara Israel dan kelompok bersenjata Lebanon. Dalam konteks ini, Dewan Keamanan memperkuat mandat UNIFIL agar tidak hanya berfokus pada tugas awal saja.

Mandat diperluas mencakup pemantauan penghentian pemusuhan, dukungan bagi angkatan bersenjata Lebanon, serta menjadi akses bantuan kemanusiaan. Dalam pelaksanaannya, UNIFIL mengoperasikan kekuatan multinasional beranggotakan sekitar 8.500 orang penjaga perdamaian dari hampir 50 negara kontributor.

Jumlah personel yang dikerahkan mencapai sekitar 8.195 pada Januari 2026, dari kapasitas maksimum yang diotorisasi sebesar 13.000 pasukan. Negara penyumbang terbesar misi ini meliputi Italia, Indonesia, Spanyol, India, Prancis dengan jumlah pasukan signifikan dalam operasi.

Selain itu terdapat Ghana, Nepal, Malaysia, China dan Irlandia sebagai negara kontributor lain dalam misi menjaga perdamaian. Secara operasional, UNIFIL melakukan aktivitas sangat intens dan berkelanjutan, dengan rata-rata sekitar 14.500 kegiatan setiap bulan.

Kegiatan tersebut meliputi patroli darat dan laut, pemantauan perbatasan, koordinasi keamanan, serta komunikasi dengan masyarakat setempat secara langsung. Sekitar 17 persen dari total kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Angkatan Bersenjata Lebanon dalam mendukung stabilitas keamanan secara berkelanjutan.

Untuk pengawasan maritim, UNIFIL memiliki Maritime Task Force berisi lima kapal yang membantu Angkatan Laut Lebanon menjaga perairan. Dari segi pendanaan, UNIFIL menggunakan anggaran terpisah yang disetujui tiap tahun oleh Majelis Umum PBB untuk operasional.

Sebagai contoh, periode Juli 2021-Juni 2022, anggaran disetujui mencapai sekitar 510 juta dolar AS. Indonesia termasuk negara aktif berkontribusi dalam misi ini melalui Kontingen Garuda yang bertugas menjaga stabilitas wilayah konflik.

Prajurit TNI dalam UNIFIL melaksanakan patroli keamanan, pemantauan perbatasan, serta membantu masyarakat sipil dalam berbagai kegiatan manusia. Meski membawa misi damai tugas ini tetap mengandung risiko, hal ini disebabkan mereka ditempatkan langsug pada wilayah konflik. (Agnes Claudia Ohoira)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....