Komisi IV DPR Ingatkan Pemerintah Amankan Stabilitas Rantai Distribusi Pangan

  • 01 Apr 2026 11:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota Komisi IV DPR RI, Hindun Anisah mengingatkan, pemerintah memastikan stabilitas pasokan dan rantai distribusi pangan nasional aman
  • Politikus PKB ini menilai, konflik di Timur Tengah ini mulai memicu kenaikan harga komoditas pangan akibat gangguan logistik
  • Pemerintah perlu melakukan langkah antisipasi untuk mencegah harga pangan semakin naik akibat konflik di Timur Tengah

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Hindun Anisah mengingatkan, pemerintah memastikan stabilitas pasokan dan rantai distribusi pangan nasional aman. Pernyataan tegas ini, menyoroti eskalasi konflik di Timur Tengah yang semakin memanas.

Politikus PKB ini menilai, konflik di Timur Tengah ini mulai memicu kenaikan harga komoditas pangan akibat gangguan logistik. Sekaligus, menyebabkan ketidakpastian pasokan bahan baku global.

"Pemerintah perlu melakukan langkah antisipasi untuk mencegah harga pangan semakin naik akibat konflik di Timur Tengah. Tak hanya harga pangan tapi juga penting untuk menjaga rantai distribusi," kata Hindun dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu, 1 April 2026.

Dalam situasi konflik global, ia menegaskan, persoalan pangan bukan hanya soal produksi. Ketika rantai distribusi terganggu, maka pasokan tersendah dan harga akan naik di tingkat konsumen.

"Dalam situasi krisis geopolitik, persoalan pangan bukan hanya bertumpu pada kapasitas produksi. Melainkan sangat bergantung pada kelancaran distribusi," ucap Hindun.

Gangguan pada jalur perdagangan internasional dan kenaikan harga energi global, ia menilai, dipastikan akan memberikan tekanan berantai. Kondisi itu, berujung pada lonjakan harga di tingkat konsumen domestik.

“Data Supply Chain Indonesia, biaya logistik rata-rata mencapai 14 persen dari harga produk. Kondisi ini membuat setiap hambatan distribusi, baik berupa kenaikan biaya bahan bakar maupun keterlambatan pengiriman," ujar Hindun.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjamin konflik di wilayah Timur Tengah tidak mengganggu stabilitas pangan nasional. Pemerintah menegaskan bahwa Indonesia telah mengantisipasi dampak buruk ketegangan geopolitik global melalui kebijakan swasembada pangan.

Zulkifli menjelaskan bahwa ketahanan pangan nasional tetap terjaga berkat strategi kemandirian yang diterapkan sejak dini. Ia menegaskan tidak ada satu pun komoditas pangan utama Indonesia yang memiliki ketergantungan impor dari Timur Tengah.

"Dan tidak ada pangan yang tergantung kepada Timur Tengah, tidak ada. Yang kita tidak bisa seperti gandum itu dari Eropa, Amerika," kat Ketum PAN ini usai meninjau lapak pedagang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu, 28 Maret 2026.

Zulkifli mengatakan bahwa Indonesia hanya mendatangkan bahan baku tertentu seperti gandum dan kedelai dari wilayah Barat. Ia meyakini pasokan kebutuhan dasar masyarakat tetap aman karena sebagian besar diproduksi oleh petani lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....