Progres Bendungan Manikin Lampaui Target, Perkuat Ketahanan Air dan Pangan di NTT

  • 31 Mar 2026 22:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Progres pembangunan Bendungan Manikin mencapai 68,98 persen, melampaui target yang ditetapkan pemerintah
  • Bendungan akan mendukung irigasi lebih dari 570 hektare lahan dan meningkatkan indeks pertanaman hingga 300 persen
  • Infrastruktur ini juga menyediakan air baku, pengendalian banjir, serta potensi energi terbarukan di NTT

RRI.CO.ID, Jakarta — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat progres pembangunan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur telah melampaui target. Hingga kini, capaian pembangunan tersebut mencapai 68,98 persen, lebih tinggi dari rencana sebesar 68,57 persen.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pembangunan bendungan ini menjadi solusi atas keterbatasan air di NTT. Menurutnya, ketersediaan air irigasi yang andal diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan.

“Bendungan Manikin akan menjadi salah satu infrastruktur dalam mendukung ketahanan pangan di Nusa Tenggara Timur. Dengan penyediaan air irigasi yang andal, diharapkan produktivitas pertanian meningkat dan indeks pertanaman naik signifikan, sehingga kesejahteraan petani meningkat,” ujar Menteri Dody dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026.

Pembangunan bendungan yang dimulai sejak 2019 ini memiliki nilai anggaran sekitar Rp2,059 triliun. Proyek tersebut dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II dan masih berjalan sesuai target.

Secara teknis, Bendungan Manikin memiliki kapasitas tampung mencapai 20,45 juta meter kubik. Infrastruktur ini akan mengairi lahan pertanian seluas lebih dari 570 hektare di wilayah sekitarnya.

Dengan dukungan tersebut, indeks pertanaman ditargetkan meningkat dari 200 persen menjadi 300 persen. Peningkatan ini diharapkan dapat mendorong produksi pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Selain irigasi, bendungan ini juga akan menyediakan air baku sebesar 700 liter per detik. Pasokan tersebut diperuntukkan bagi Kota Kupang dan Kabupaten Kupang guna memenuhi kebutuhan air bersih.

Bendungan Manikin juga berfungsi sebagai pengendali banjir di sejumlah wilayah terdampak. Potensi genangan hingga ratusan hektare diproyeksikan dapat ditekan melalui keberadaan bendungan ini.

Di sisi lain, bendungan ini juga memiliki potensi pengembangan energi terbarukan melalui PLTS apung dan PLTMH. Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) ini akan memperkuat dukungan energi bersih di NTT.

Pemerintah menilai Bendungan Manikin tidak hanya menjadi infrastruktur air, tetapi juga motor penggerak ekonomi daerah. Proyek ini diharapkan mampu mendorong pertanian, energi, penyediaan air bersih, pengendalian banjir, dan potensi pariwisata lokal secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....