DPR Minta Pemerintah Siapkan Strategi Berlapis Jaga Pasokan Energi Indonesia
- 30 Mar 2026 13:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono meminta, pemerintah menyiapkan strategi berlapis demi menjaga pasokan energi Indonesia
- Politikus Golkar ini menekankan, pentingnya diversifikasi pasokan energi dalam negeri
- Dengan strategi yang berlapis, kita bukan hanya mampu mengatasi tantangan saat ini, tetapi juga memperkuat ketahanan energi bangsa
- Dengan keseimbangan antara lobi internasional dan kesiapan cadangan energi, Indonesia dapat menjaga stabilitas pasokan
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, meminta pemerintah menyiapkan strategi berlapis demi menjaga pasokan energi Indonesia. Menurutnya, stok energi hingga BBM di Tanah Air harus tetap tersedia, di tengah konflik Timur Tengah.
Politikus Golkar ini menekankan, pentingnya diversifikasi pasokan energi dalam negeri. Diharapkannya, diversifikasi pasokan energi tetap harus diprioritaskan pemerintah.
"Sehingga, kita memiliki jaminan ketersediaan bahan bakar dalam berbagai situasi. Dengan strategi yang berlapis, kita bukan hanya mampu mengatasi tantangan saat ini, tetapi juga memperkuat ketahanan energi bangsa," kata Dave dalam keterangannya kepada wartawan, di Jakarta, Senin, 30 Maret 2026.
Tidak lupa, Dave mendorong pemerintah terus mengedepankan diplomasi yang tegas kepada Iran. Sebagai negara non-blok, diplomasi Indonesia harus berorientasi pada kepentingan nasional.
"Dengan keseimbangan antara lobi internasional dan kesiapan cadangan energi, Indonesia dapat menjaga stabilitas pasokan. Sekaligus, memperkuat posisi sebagai negara berdaulat yang berperan aktif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan," ucap Dave.
Dave sendiri menyambut baik pemerintah Iran yang memberi sinyal positif untuk perlintasan dua kapal Pertamina di Selat Hormuz. Namun Dave mewanti-wanti agar pemerintah tidak terlena.
"Optimisme ini harus menjadi pegangan kita bahwa melalui kerja sama dan strategi yang tepat. Indonesia mampu menghadapi tantangan global dengan penuh keyakinan dan semangat yang kuat," ujar Dave.
Diketahui, Selat Hormuz nyaris sepenuhnya ditutup Iran sejak serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026 lalu. Penutupan itu mengacaukan pasar energi global dan membuat ratusan kapal tanker dan kapal-kapal lainnya, termasuk kapal-kapal Indonesia.
Kementerian Luar Negeri RI mengungkapkan, pemerintah Iran memberi sinyal positif untuk perlintasan dua kapal Pertamina di Selat Hormuz. Dua kapal Pertamina itu bersiap untuk melintas setelah tertahan imbas perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.
"Berdasarkan koordinasi Kemlu dan KBRI Tehran dengan pihak Pertamina, Kedubes Iran di Jakarta dan pihak-pihak Iran terkait di Tehran. Kedubes Iran telah sampaikan pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz," kata jubir Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam keterangannya, Sabtu, 28 Maret 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....