Hadapi Kemarau 2026, Kementan Perkuat Antisipasi Produksi Padi di Jawa Barat
- 27 Mar 2026 11:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pertanian memperkuat antisipasi menghadapi musim kemarau 2026
- Langkah dilakukan untuk menjaga produksi padi dan pasokan pangan tetap aman
- Jawa Barat menjadi salah satu lumbung pangan nasional dengan luas baku sawah sekitar 900 ribu hektare
- Musim kemarau 2026 diprediksi lebih panjang dan kering
- Pemerintah menyiapkan penguatan jaringan irigasi dan optimalisasi irigasi perpompaan
- Bantuan pompa air dan benih padi disiapkan untuk petani
- Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk menjaga jaringan irigasi di sentra produksi padi
- Pemerintah menargetkan produksi padi tetap stabil meskipun musim kemarau
- Upaya antisipasi dilakukan untuk menjaga stabilitas produksi pangan nasional
- Kementan antisipasi kemarau 2026
RRI.CO.ID, Jawa Barat - Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau 2026. Upaya dilakukan untuk menjaga produksi padi dan memastikan pasokan pangan tetap aman.
Langkah antisipasi dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemangku kepentingan terkait. Fokus utama adalah penguatan ketersediaan air dan dukungan benih bagi petani.
Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu lumbung pangan nasional. Luas baku lahan sawah di Jawa Barat mencapai sekitar 900 ribu hektare.
Badan Riset dan Inovasi Nasional memprediksi musim kemarau tahun ini berpotensi lebih panjang dan kering. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi pada April hingga Oktober 2026.
Menghadapi kondisi tersebut, Kementerian Pertanian menyiapkan berbagai langkah strategis. Langkah tersebut antara lain penguatan jaringan irigasi dan optimalisasi irigasi perpompaan.
Pemerintah juga menyiapkan bantuan pompa air dan optimasi lahan non rawa. Selain itu bantuan benih padi juga disalurkan untuk menjaga produktivitas pertanian.
Koordinasi lintas sektor juga dilakukan untuk meningkatkan fungsi jaringan irigasi di daerah sentra produksi padi. Rapat koordinasi dilakukan di Kabupaten Garut dan Bandung bersama berbagai pemangku kepentingan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif menghadapi musim kemarau. Penguatan irigasi dan pompanisasi menjadi kunci menjaga produksi pertanian.
“Air adalah faktor kunci. Karena itu penguatan irigasi, pompanisasi, dan dukungan benih harus berjalan bersamaan agar petani tetap bisa berproduksi optimal,” kata Amran dalam rilis resmi Kementan, Jumat 27 Maret 2026.
Pemerintah berharap ketersediaan air untuk pertanian tetap terjaga selama musim kemarau. Produksi padi di Jawa Barat diharapkan tetap stabil meskipun menghadapi perubahan iklim.
Upaya antisipasi dilakukan untuk menjaga stabilitas produksi pangan nasional. Pemerintah memastikan pasokan pangan tetap aman menghadapi musim kemarau 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....