Kemarau 2026 Lebih Ekstrem, Komisi IV DPR Khawatir Ancam Produksi Beras Nasional
- 18 Mar 2026 06:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Saadah mengimbau, pemerintah Indonesia segera mengambil langkah antisipasi menghadapi musim kemarau
- BMKG telah memprediksi, musim kemaruau akan lebih panjang dan ekstrem tahun 2026 ini
- Sektor pertanian, khususnya produksi padi, sangat rentan terhadap ketersediaan air
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Saadah mengimbau, pemerintah Indonesia segera mengambil langkah antisipasi menghadapi musim kemarau. Karena, BMKG telah memprediksi, musim kemaruau akan lebih panjang dan ekstrem tahun 2026 ini.
Jika tidak dimitigasi, politikus PKB ini merasa khawatir, potensi gagal panen semakin besar. Alhasil, dampaknya utamanya mengancam produksi beras nasional.
"Kita tidak bisa menganggap sepele ancaman musim kemarau yang berpotensi memicu cuaca panas ekstrem dan kekeringan. Pemerintah harus menyiapkan langkah antisipasi secara terukur dan terencana agar petani tidak mengalami gagal panen," kata Rina dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu, 18 Maret 2026.
Rina menilai, prediksi BMKG tersebut harus menjadi alarm bagi pemerintah. Sektor pertanian, khususnya produksi padi, sangat rentan terhadap ketersediaan air.
"Pentingnya mitigasi terstruktur agar pasokan air untuk lahan pertanian tetap terjaga. Langkah-langkah mitigasi harus dilakukan sejak sekarang," ucap Rina.
Jangan sampai ketika kemarau sudah berlangsung lama, kata Rina, pemerintah baru bergerak. Jika banyak sawah mengalami kekeringan dan gagal panen, dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia.
"Pemerintah perlu segera memperbaiki dan memastikan fungsi sistem irigasi pertanian berjalan optimal. Selain itu, penyediaan pompa air bagi petani, optimalisasi embung dan waduk pertanian, percepatan perbaikan jaringan irigasi yang rusak," ujar Rina.
Sebelumnya, BMKG memprediksi, mengenai awal musim kemarau tahun ini. BMKG memproyeksikan, sebanyak 325 zona musim (46,5 persen) wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau lebih awal.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengungkapkan, musim kemarau kali ini berpotensi berlangsung lebih lama. Bahkan, lebih kering dari kondisi normal dari tahun-tahun sebelumnya.
Wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung. Kemudian, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur
Lalu, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Timur, hingga Papua Pegunungan. Selain itu, 114 zona musim lainnya diprediksi akan memasuki musim kemarau pada periode April 2026 mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....