Satgas Saber Pangan Kawal Stabilitas Harga Pasca Lebaran
- 26 Mar 2026 21:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Satgas Saber Pangan memantau stabilitas harga pangan pasca Idulfitri 1447 Hijriah
- Pemantauan dilakukan di Pasar Cekkeng, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan
- Harga beras medium dan premium masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET)
- Harga bawang merah dan bawang putih masih sesuai Harga Acuan Penjualan
- Harga minyak goreng Minyakita sesuai Harga Eceran Tertinggi
- Beberapa komoditas seperti cabai masih berada pada harga tinggi
- Pemerintah terus memperkuat Program Gerakan Pangan Murah untuk stabilisasi harga
- Pemerintah mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying
- Stabilitas harga pangan diharapkan menjaga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan
RRI.CO.ID, Bulukumba - Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan terus mengawal stabilitas harga pangan pasca Idulfitri 1447 H. Pemantauan dilakukan di Pasar Cekkeng, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan harga pangan tetap stabil dan pasokan tersedia di pasaran. Pengawasan dilakukan bersama Badan Pangan Nasional dan Satgas Saber Pangan.
Berdasarkan pemantauan pada Senin 23 Maret 2026, secara umum harga pangan masih dalam kondisi normal. Sebagian besar komoditas berada di bawah maupun sesuai Harga Eceran Tertinggi dan Harga Acuan Penjualan.
Beberapa komoditas seperti beras SPHP tercatat Rp12.000 per kilogram atau di bawah HET. Beras premium Rp14.400 per kilogram dan beras medium Rp12.200 per kilogram juga berada di bawah HET.
Harga bawang merah dan bawang putih masing-masing sekitar Rp35.000 per kilogram. Sementara telur ayam dan gula konsumsi tercatat sesuai Harga Acuan Penjualan.
Minyak goreng Minyakita dijual sekitar Rp15.700 per liter sesuai Harga Eceran Tertinggi. Kondisi ini menunjukkan harga pangan pasca Lebaran masih relatif stabil.
Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional Brigjen Pol Hermawan mengatakan harga pangan pasca Lebaran masih terkendali. Namun beberapa komoditas seperti cabai masih berada pada harga tinggi.
“Secara keseluruhan harga pangan setelah Lebaran masih normal, hanya beberapa komoditas seperti cabai yang masih tinggi,” kata Hermawan saat pemantauan di Pasar Cekkeng Bulukumba.
Ia mengatakan Satgas akan menelusuri penyebab kenaikan harga dari hulu hingga hilir. Pengawasan dilakukan untuk memastikan tidak ada pelanggaran dalam distribusi pangan.
“Kalau ada pedagang yang menjual di atas harga acuan dan terbukti melanggar, maka akan kami tindak sesuai ketentuan,” ucapnya.
Untuk menjaga stabilitas harga, pemerintah juga memperkuat program Gerakan Pangan Murah. Hingga awal Maret 2026, program tersebut telah dilaksanakan sebanyak 789 kali di 24 provinsi.
Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan juga terus digencarkan di berbagai daerah. Realisasi penyaluran di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mencapai 2,22 ribu ton.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan untuk menjaga daya beli masyarakat. Penyaluran bantuan pangan beras secara nasional telah mencapai 7,5 ribu ton.
Selain beras, bantuan minyak goreng juga telah disalurkan sebanyak 1,5 juta liter kepada ratusan ribu penerima bantuan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya stabilisasi harga pangan nasional.
Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman mengatakan stabilisasi pangan bertujuan menjaga keseimbangan seluruh pelaku dalam rantai pasok. Pemerintah ingin petani, pedagang, dan masyarakat sama-sama mendapatkan manfaat.
“Kita ingin semua tersenyum, petani tersenyum, pedagang tersenyum, dan masyarakat juga tersenyum karena harga pangan terjangkau,” kata Amran.
Satgas Saber Pangan akan terus melakukan pengawasan rantai pasok komoditas pangan. Pemerintah juga mengimbau masyarakat berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying.
Pemerintah memastikan harga pangan tetap terkendali dan pasokan tetap tersedia pasca Lebaran. Stabilitas pangan diharapkan dapat menjaga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....