Presiden Pastikan Program Makan Bergizi demi Atasi Masalah Stunting

  • 23 Mar 2026 10:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto tetap melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis guna mengatasi masalah stunting anak-anak secara nyata.
  • Strategi kebijakan ini turut memproyeksikan pencapaian satu juta lima ratus ribu lapangan pekerjaan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
  • Pembiayaan program bersumber dari langkah efisiensi organisasi anggaran pemerintah demi mencegah terjadinya potensi kebocoran uang kas negara.

RRI.CO.ID, Bogor - Presiden Prabowo Subianto menegaskan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi mengatasi masalah gizi stunting anak. Program prioritas nasional ini ditekankan sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah pusat kepada masyarakat menengah ke bawah.

“Saya akan bertahan sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan,” kata Presiden Prabowo seperti dikutip dari Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Sabtu, 21 Maret 2026.

"Anda enggak lihat anak-anak yang stunting? Saya lihat. Saya kampanye sekian kali, saya di desa-desa, saya lihat," katanya.

"Umurmu berapa? 11 tahun. Badannya anak 4 tahun. Saya yakin, saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada," kata Presiden.

Ia menilai efisiensi anggaran negara lebih baik dialokasikan untuk kebutuhan pokok warga daripada habis akibat dikorupsi. Kebijakan tersebut krusial bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi jutaan warga.

“MBG nanti di puncaknya kita akan punya 31 ribu dapur. Katakanlah, untuk gampang, hitungnya 30 ribu dapur. Tiap dapur mempekerjakan 50 orang. Itu sudah 1,5 juta kerja," ujar Presiden.

"Tiap dapur menciptakan vendor-vendor supplier antara 5-10 vendor tiap dapur yang jual telur, yang jual wortel, yang jual sayur, tiap vendor ini empiris mempekerjakan sekitar 5 petani. Jadi itu sudah berapa? Sudah 50 lagi. Another 1,5 juta orang kerja.”

Implementasi program ditekankan pada pengaktifan 31.000 dapur yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang sangat besar. Strategi tersebut juga memperkuat rantai pasok pangan lokal dengan melibatkan banyak petani sebagai penyedia bahan baku.

Kepala Negara tidak menampik adanya beberapa kendala teknis yang masih terjadi saat tahap implementasi lapangan awal. Oleh karena itu pemerintah segera mengambil langkah tegas untuk menutup ribuan dapur yang dinilai bermasalah saat evaluasi.

“Ada seribu, lebih seribu (dapur) yang sudah kita tutup,” ucap Prabowo.

Ia juga memastikan pendanaan Program MBG tidak bersumber dari pinjaman baru yang akan membebani negara. Pihaknya memilih strategi pengorganisasian anggaran serta pengurangan kebocoran belanja uang negara secara ketat dan juga efisien.

“Rakyat kita sebagian besar sudah terlalu lama tidak menikmati kebaikan daripada ekonomi kita,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....