Stok Ikan Diprediksi Melimpah, Nelayan Soroti Masalah Pasar dan BBM

  • 23 Mar 2026 20:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • El Nino “Godzilla” berpotensi meningkatkan stok ikan melalui fenomena upwelling.
  • Kesiapan pasar dan akses BBM jadi kunci agar hasil tangkapan bisa terserap optimal.
  • Infrastruktur perikanan dan program pemerintah membuka peluang perluasan distribusi ikan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Potensi lonjakan stok ikan akibat fenomena El Nino ‘Godzilla’ dinilai perlu diimbangi kesiapan pasar dan akses bahan bakar minyak (BBM). Hal ini menjadi sorotan nelayan tradisional menjelang musim kemarau yang diprediksi mulai April.

Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Dani Setiawan,mengatakan hasil tangkapan nelayan mulai meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Namun, kondisi tersebut masih dipengaruhi siklus musiman biasa.

“Di beberapa daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah, ada perkembangan yang membaik itu ya terkait dengan hasil tangkapan nelayan. Seperti Subang, Karawang, Tegal,” ujar Dani dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Senin 23 Maret 2026.

Menurutnya, fenomena El Nino 'Godzilla' yang memicu upwelling berpotensi meningkatkan ketersediaan pakan alami ikan. Kondisi ini bisa berdampak pada meningkatnya stok ikan di perairan Indonesia.

“Di sektor perikanan dikatakan itu akan memberikan keuntungan ya. Karena fenomena upwelling dan bertambahnya pakan-pakan bagi ikan-ikan, di beberapa perairan kita,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan nelayan kecil tidak memiliki persiapan khusus untuk menghadapi potensi tersebut. Peralatan melaut dan pola kerja nelayan dinilai tetap sama seperti biasa.

“Kami nelayan-nelayan kecil ya nggak ada persiapan khusus sebenarnya. Alat tangkap yang kami gunakan masih sama, perahu yang kami gunakan masih sama, kebutuhan sebelum melautnya BBM dan sebagainya masih sama,” katanya.

Menurut dia, tantangan terbesar justru ada pada hilir, yakni kemampuan pasar menyerap hasil tangkapan saat produksi meningkat. Dani mengingatkan fenomena kelebihan stok ikan yang tidak terserap pasar sudah sering terjadi.

“Ketika stok ikan melimpah tapi pasar tidak bisa menampung. Akhirnya ikan itu dibuang kembali, sayang sekali,” ujarnya.

Selain pasar, akses BBM juga menjadi persoalan krusial bagi nelayan. Ketersediaan dan harga BBM sangat menentukan aktivitas melaut, terutama bagi nelayan tradisional.

“Akses BBM itu kan yang juga sangat vital. Jadi ketersediaan terhadap BBM itu satu hal yang sangat vital kalau memang kita ingin mengantisipasi dampak dari El Nino ‘Godzilla’ itu bagi nelayan,” ucap Dani.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan infrastruktur seperti cold storage, pabrik es, dan tempat pelelangan ikan. Program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan bisa menjawab kebutuhan tersebut.

Ia melihat peluang besar jika hasil tangkapan ikan bisa terhubung dengan program makan bergizi gratis. Koperasi perikanan didorong menjadi pemasok untuk memperluas pasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....