Pemerintah Bersyukur Pasokan Pangan Mencukupi dan Harga Terjangkau
- 23 Mar 2026 14:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Pemerintah Pastikan pasokan pangan mencukupi
- 2. Cadangan Beras Pemerintah di gudang Bulog mencapai 4,09 juta ton, dengan beras yang beredar di masyarakat sekitar 11–12 juta ton.
- 3. Potensi panen dalam waktu dekat sekitar 12 juta ton sehingga total stok beras nasional mencapai sekitar 28 juta ton.
- 4. Neraca pangan nasional hingga April 2026, sejumlah komoditas strategis surplus.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan rasa syukur karena pada lebaran 2026, harga pangan stabil dan stok mencukupi. Masyarakat dapat merayakan lebaran Idulfitri dengan penuh kebahagiaan.
“Lebaran tahun ini kita syukuri bersama, produksi baik, stok cukup, harga stabil. Petani tetap berproduksi, pedagang bisa berdagang, masyarakat bisa membeli dengan harga terjangkau,” kata Menteri Amran dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Senin, 23 Maret 2026.
Menteri Amran mengatakan berdasarkan pantauan di pasar tradisional dan modern, harga berbagai kebutuhan pokok terpantau stabil. Selain itu stok pangan mencukupi.
Amran menjelaskan stok beras nasional sangat kuat. Cadangan Beras Pemerintah di gudang Bulog mencapai 4,09 juta ton, dengan beras yang beredar di masyarakat sekitar 11–12 juta ton.
Potensi panen dalam waktu dekat sekitar 12 juta ton sehingga total stok beras nasional mencapai sekitar 28 juta ton. Jumlah tersebut setara ketahanan pangan hingga sekitar 11 bulan ke depan.
Panen raya di berbagai daerah sedang menunjukkan geliat hasil yang menggembirakan karena panen raya pada bulan Maret 2026. Peningkatan produksi ini memperkuat stok nasional sekaligus menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani.
“Produksi kita meningkat, panen raya terjadi di banyak daerah, Februari Maret dan April banyak panen di berbagai daerah. Sehingga stok beras nasional sangat kuat. Produksi kita sudah berada di atas kebutuhan konsumsi nasional,” ujar Mentan Amran.
Baca Juga: https://berita.rri.co.id/nasional/2274963/wamentan-pastikan-stok-pangan-aman
Kebutuhan beras nasional sekitar 2,59 juta ton per bulan dan produksi bulanan berada di kisaran 2,6 hingga 5,7 juta ton. Maka kondisi beras nasional berada dalam posisi surplus.
Amran mengungkap berdasarkan neraca pangan nasional hingga April 2026, sejumlah komoditas strategis surplus. Tercatat Beras dengan ketersediaan 27,5 juta ton, kebutuhan 10,3 juta ton, maka neracarnya surplus 17,2 juta ton.
Komoditas cabai rawit, ketersediaan 409 ribu ton, kebutuhan 304 ribu ton, sehinggakondisi surplus 105 ribu ton. Begitupun daging ayam, dengan ketersediaan 2,07 juta ton, kebutuhan 1,34 juta ton, angka surplus 727 ribu ton.

Komoditas bawang merah ketersediaannya 479 ribu ton, kebutuhan 422 ribu ton kondisi surplus 57 ribu ton. Selain itu, neraca cabai nasional pada Maret juga mengalami surplus produksi.
Cabai rawit merah surplus sekitar 46.868 ton dan cabai besar surplus sekitar 8.282 ton. Kondisi ini membuat harga cabai mulai stabil dan cenderung menurun di pasar.
“Kalau produksi surplus dan distribusi lancar, maka harga akan stabil. Itu yang kita jaga terus, dari hulu sampai hilir,” kata Mentan Amran.
Amran menegaskan pemerintah terus menjaga keseimbangan harga agar petani tidak rugi. Namun masyarakat tetap mendapatkan harga pangan yang terjangkau.
“Harga pangan tidak boleh terlalu tinggi karena memberatkan masyarakat, tetapi juga tidak boleh terlalu rendah karena merugikan petani. Pemerintah harus menjaga keseimbangan itu,” tegasnya.
Pemerintah akan meningkatkan pengawasan agar tidak terjadi penimbunan dan permainan harga terutama momen lebaran. Pengawasan melibatkan lintas sektoral.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....