El Nino hingga 2027, Menkeu Waspadai Tekanan Pangan dan Energi
- 02 Sep 2026 11:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menkeu Purbaya mewaspadai dampak El Nino terhadap pangan dan energi hingga kuartal I 2027.
- Gangguan produksi, distribusi, dan pasokan energi berpotensi meningkatkan harga komoditas serta inflasi.
- Purbaya menilai ekonomi Indonesia tetap memiliki ketahanan menghadapi berbagai tekanan global.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mewaspadai dampak El Nino terhadap sektor pangan dan energi. Fenomena tersebut diperkirakan berlangsung hingga kuartal I 2027 dan berpotensi mengganggu produksi serta distribusi pangan.
"Selain berbagai risiko tersebut, kita juga mewaspadai dampak fenomena El Nino. Termasuk terhadap sektor pangan dan energi," katanya dalam rapat kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa, 1 September 2026.
Purbaya menilai gangguan pada produksi dan distribusi pangan serta pasokan energi dapat memicu kenaikan harga komoditas. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipatif untuk mengantisipasi dampak El Nino sejak dini.
"Gangguan terhadap produksi dan distribusi pangan serta pasokan energi berpotensi mendorong kenaikan harga. Sehingga memerlukan langkah antisipatif yang tepat sejak dini," katanya.
Menurut Purbaya, risiko El Nino terjadi bersamaan dengan sejumlah tekanan eksternal yang masih membayangi perekonomian global. Tekanan tersebut mencakup meningkatnya ketegangan geopolitik, fragmentasi perdagangan global, dan penguatan kebijakan proteksionisme.
Berbagai tekanan tersebut, ujarnya, berpotensi mengganggu rantai pasok global sekaligus meningkatkan volatilitas harga komoditas. Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan terhadap inflasi, suku bunga, serta nilai tukar di dalam negeri.
Purbaya mengatakan otoritas perlu menjaga inflasi tetap terkendali di tengah berbagai tekanan tersebut. Namun, kebijakan yang terlalu agresif juga berisiko menahan aktivitas ekonomi dan memperlambat pertumbuhan.
Meski menghadapi berbagai risiko, Purbaya menilai perekonomian Indonesia masih memiliki ketahanan yang kuat. Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi tekanan ekonomi global dan dampak El Nino.
“Namun, kita bersyukur di tengah keadaan pasca yang global saat ini. Perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....