Presiden: Kesepakatan Tarif Resiprokal AS Utamakan Kepentingan Nasional

  • 23 Mar 2026 00:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto menegaskan kepentingan nasional menjadi prinsip utama dalam setiap kesepakatan internasional, termasuk perjanjian dagang dengan Amerika Serikat
  • Kesepakatan perdagangan melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART) telah dikaji secara matang sebelum disetujui
  • Ada 1.819 komoditas kita yang tarifnya nol persen

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan kepentingan nasional menjadi prinsip utama dalam setiap kesepakatan internasional, termasuk perjanjian dagang dengan Amerika Serikat. Presiden memastikan pemerintah tidak akan mengorbankan kepentingan Indonesia dalam kebijakan apa pun.

“Saudara harus percaya bahwa saya mengutamakan kepentingan nasional Indonesia. Jika saya menilai kepentingan nasional kita terancam oleh perjanjian apa pun, maka kita bisa meninggalkannya,” ujar Presiden Prabowo dalam video sesi diskusi dengan jurnalis dan pakar yang diunggah Sabtu, 21 Maret 2026.

Menurut Presiden, kesepakatan perdagangan melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART) telah dikaji secara matang sebelum disetujui. Penurunan tarif dari 32 persen menjadi 19 persen disebut telah mempertimbangkan berbagai aspek strategis.

Presiden juga menyampaikan Indonesia memperoleh perlakuan khusus dalam kesepakatan tersebut. Presiden menyebut adanya ruang penyesuaian jika terdapat klausul yang dinilai merugikan kepentingan nasional.

“Dalam perjanjian kemarin, kita sepakat jika ada hal-hal yang belum berkenan bagi kedua pihak atau bertentangan dengan kepentingan kita. Maka akan dibuat klausul penyesuaian,” ucap Presiden.

Presiden menilai fleksibilitas tersebut menjadi keunggulan yang tidak dimiliki negara lain dalam perjanjian serupa. Dengan itu, pemerintah tetap memiliki kendali dalam menjaga kepentingan nasional.

“Setahu saya, klausul seperti ini tidak ada dalam perjanjian dengan negara lain,” ucap Presiden. Selain itu, Presiden menekankan bahwa Indonesia mendapatkan manfaat signifikan dari kesepakatan tersebut.

“Dalam perjanjian ini, ada 1.819 komoditas kita yang tarifnya nol persen. Tentu ini menguntungkan,” kata Presiden.

Menanggapi kemungkinan perubahan kebijakan seperti yang dilakukan negara lain, Presiden menegaskan Indonesia akan tetap rasional. “Kita pasti mencari yang menguntungkan, bukan sebaliknya,” ujar Presiden Prabowo.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....