Kemlu Bahas Pertemuan Prabowo-Trump soal Tarif Dagang
- 03 Feb 2026 17:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta: Kementerian Luar Negeri (Kemlu) tengah membahas rencana pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pertemuan tersebut akan membahas kebijakan tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat.
"Sedang dibahas oleh Kementerian Luar Negeri, nanti Pak Menlu yang akan menyampaikan. Tentunya sudah ada perbincangan dan beberapa kali bertemu, itu nanti akan diputuskan," kata Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
Proses perundingan dagang Indonesia dan Amerika Serikat disebut telah berlangsung cukup panjang. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan menemui Presiden Donald Trump di Amerika Serikat pada akhir Januari 2026.
Pertemuan tersebut direncanakan untuk menandatangani kesepakatan tarif dagang kedua negara. Kesepakatan itu merupakan hasil dari rangkaian negosiasi teknis yang telah dilakukan sebelumnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan produk yang diekspor ke Amerika Serikat tetap dikenakan tarif 19 persen. Ketentuan tersebut sesuai dengan pengumuman kebijakan tarif pada Juli 2025.
Saat itu, Presiden Donald Trump memberikan diskon tarif bagi Indonesia dari sebelumnya 32 persen. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari hasil perundingan dagang kedua negara.
"Setelah seluruh proses teknis diselesaikan, maka diharapkan sebelum akhir Januari (2026). Akan disiapkan dokumen untuk dapat ditandatangani secara resmi oleh Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump," ujar Airlangga dalam Konferensi Pers Perkembangan Perundingan Dagang Indonesia-AS via Zoom, Selasa, 23 Desember 2025.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan tidak ada persoalan dari sisi substansi dalam proses negosiasi tarif dagang tersebut. Pemerintah menargetkan perundingan dapat dirampungkan pada pertengahan Februari 2026.
"Insya Allah enggak. Secara substansi Insya Allah enggak ada masalah dan mohon doanya supaya banyak membawa kepentingan bangsa dan negara kita," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.
Prasetyo menjelaskan proses negosiasi masih terus berjalan karena Indonesia dan Amerika Serikat masih mencari titik temu. Pemerintah Indonesia juga terus berupaya melanjutkan perundingan dengan pihak Amerika Serikat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....