Presiden Sebut Penyiraman Air Keras pada Aktivis adalah Terorisme, Harus Diusut
- 19 Mar 2026 20:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto menegaskan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus sebagai tindakan terorisme
- Presiden Prabowo meminta aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut hingga ke aktor intelektual di balik peristiwa tersebut
- Presiden memastikan jika terdapat keterlibatan aparat dalam kasus tersebut, proses hukum harus berjalan tegas tanpa pandang bulu
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus sebagai tindakan terorisme. Ia meminta aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut hingga ke aktor intelektual di balik peristiwa tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo dalam video sesi tanya jawab dengan jurnalis di Hambalang, Bogor, yang tayang Kamis, 19 Maret 2026. Menurut Presiden, aksi kekerasan tersebut merupakan tindakan biadab yang tidak dapat ditoleransi dalam negara hukum.
“Ini adalah terorisme, ini tindakan biadab. Harus kita kejar, harus kita usut, harus kita usut!” kata Presiden Prabowo.
Presiden menekankan proses penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan. “(termasuk) Siapa yang menyuruh, siapa yang membayar,” ucap Presiden.
Presiden juga menegaskan negara tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan terhadap warga negara. Termasuk terhadap aktivis yang menyampaikan kritik dalam kehidupan demokrasi.
Presiden memastikan jika terdapat keterlibatan aparat dalam kasus tersebut, proses hukum harus berjalan tegas tanpa pandang bulu. Penegakan hukum, menurutnya, menjadi kunci untuk menjaga keadaban bangsa.
“Ya jelas dong (kalau itu dari aparat), tidak akan (ada impunitas), saya menjamin! Saya ingin menegakkan hukum, ingin Indonesia yang beradab, tidak boleh ada tindakan seperti ini,” ujar Presiden
Sementara, aparat gabungan dari TNI dan Polri telah mengamankan empat oknum prajurit yang diduga terlibat. Mereka terdiri dari tiga perwira dan satu bintara yang kini tengah menjalani proses hukum.
Komandan Detasemen Polisi Militer TNI Mayjen Yusri Nuryanto menyampaikan pihaknya akan mendalami kasus tersebut secara menyeluruh. Penyelidikan terus dilakukan guna memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban.
“Saya dipilih oleh rakyat, untuk membela rakyat. Tapi kita waspada, saya minta diusut benar, sampai ke aktornya,” kata Presiden Prabowo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....