Wamentan Pastikan Stok Pangan Aman
- 19 Mar 2026 18:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pertanian memastikan stok pangan nasional aman jelang Nyepi dan Idulfitri 2026. Pemerintah juga menjaga harga pangan tetap terkendali di tingkat konsumen.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan hal itu di Gedung Bina Graha, Jakarta. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers, Rabu 18 Maret 2026.
Menurutnya, kondisi aman berarti pasokan pangan cukup dan harga tetap terkendali. Pemerintah terus mengupayakan harga sesuai ketentuan yang berlaku.
“Aman itu dua, pasokannya cukup dan harganya terkendali,” ujar Sudaryono. Ia menegaskan harga pangan harus tetap terjangkau bagi masyarakat.
Ia menyebut seluruh komoditas strategis berada dalam kondisi aman. Komoditas itu meliputi beras, jagung, kedelai, bawang, cabai, daging, telur, gula, dan minyak goreng.
Khusus beras, cadangan beras pemerintah di gudang Bulog telah melampaui 4 juta ton. Angkanya saat ini mencapai sekitar 4,09 juta ton.
Selain itu, beras yang beredar di masyarakat diperkirakan hampir 12 juta ton. Dalam beberapa pekan ke depan, potensi panen juga diperkirakan sekitar 12 juta ton.
Dengan kondisi itu, total kekuatan stok beras nasional diperkirakan mencapai 28 juta ton. Jumlah tersebut dinilai cukup menopang kebutuhan hingga 11 bulan ke depan.
“Jadi, kondisi pangan kita sangat kuat,” katanya. Ia menambahkan stok di gudang Bulog masih berpotensi terus bertambah.
Di sisi produksi, kinerja sektor pertanian juga menunjukkan tren positif. Produksi beras nasional tahun 2025 tercatat naik sekitar 13 persen.
Pemerintah juga memperkuat pengawasan dari hulu hingga hilir. Langkah itu dilakukan untuk menjaga distribusi dan kestabilan harga di pasar.
Pengawasan dilakukan bersama Satgas Pangan dan aparat penegak hukum. Pemerintah ingin mencegah penimbunan dan permainan harga menjelang Lebaran.
“Kalau ada harga di atas HET, nanti ketahuan siapa yang menaikkan,” ucap Sudaryono. Pelanggaran bisa berujung sanksi administratif maupun pidana.
Ia mengatakan izin usaha pelanggar dapat dicabut bila ditemukan pelanggaran berat. Proses pidana juga bisa ditempuh jika ada unsur kesengajaan.
Dalam menjaga harga, pemerintah berupaya menyeimbangkan kepentingan produsen dan konsumen. Harga terlalu tinggi membebani masyarakat, sedangkan terlalu rendah merugikan petani.
“Harga boleh naik turun, tapi jangan lama-lama,” ucapnya. Pemerintah akan segera melakukan intervensi jika kenaikan berlangsung berkepanjangan.
Sudaryono menyebut hingga kini 89 distributor telah mendapat teguran. Setelah ditegur, para distributor disebut langsung melakukan perbaikan.
Karena itu, belum ditemukan pelanggaran yang berlanjut ke proses pidana. Kondisi itu terjadi sepanjang periode Ramadan tahun ini.
Selain menjaga kebutuhan dalam negeri, pemerintah mulai mendorong ekspor beras secara selektif. Sebanyak 2.000 ton beras telah direalisasikan untuk Arab Saudi.
Ekspor itu ditujukan untuk kebutuhan jamaah haji dan umrah Indonesia. Pemerintah juga membuka peluang ekspor ke Papua Nugini dan Malaysia.
“Kalau tahun lalu surplus tapi belum ekspor, tahun ini kita arahkan ekspor,” katanya. Langkah itu disebut menunjukkan produksi nasional semakin kuat.
Pemerintah juga terus mendorong peningkatan produksi pertanian. Upaya itu dilakukan melalui mekanisasi, peningkatan indeks pertanaman, dan perbaikan irigasi.
Menurut Sudaryono, irigasi menjadi kunci keberlanjutan produksi pertanian nasional. Dengan irigasi baik, lahan yang sama bisa ditanami lebih sering.
Sebagai penutup, ia mengajak masyarakat ikut mengawasi harga pangan di lapangan. Laporan bisa disampaikan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial.
“Silakan laporkan jika ada harga yang tidak sesuai,” ucapnya. Pemerintah menegaskan akan mencari masalah lalu menyelesaikannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....