Stok Beras Pemerintah 5,1 Juta Ton, Bantuan Bencana NTT Terus Berjalan
- 25 Agt 2026 21:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 5,1 juta ton dan dinilai cukup untuk menghadapi El Nino
- Pemerintah memastikan stok beras tetap tersedia untuk kebutuhan masyarakat, termasuk penanganan bencana dan keadaan darurat
- Alokasi bantuan beras untuk tujuh kabupaten terdampak gempa NTT mencapai 9,98 ribu ton
- Dari jumlah tersebut, 1,32 ribu ton berasal dari bantuan bencana dan 8,65 ribu ton dari bantuan pangan beras reguler
- Realisasi penggelontoran CBP nasional hingga 24 Agustus 2026 mencapai 1,69 juta ton
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) aman menghadapi fenomena El Nino yang melanda Indonesia. Stok CBP saat ini mencapai 5,1 juta ton dan dinilai mampu menopang kebutuhan masyarakat, termasuk untuk penanganan bencana dan keadaan darurat.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah terus menjaga keseimbangan di setiap lini rantai pasok pangan. Menurutnya, stok beras saat ini merupakan yang tertinggi selama Republik Indonesia berdiri.
"Stok kita sekarang, (meski) ada El Nino, (jadi yang) tertinggi. Tapi alhamdulillah cadangan kita tertinggi selama Republik ini berdiri, yaitu 5,1 juta ton. Harga naik, konsumen marah. Harga turun, petani marah. Harga sedang sedang, pengusaha marah. Jadi begitu berat bebannya pemerintah," kata Amran dikutip di Jakarta, Selasa 25 Agustus 2026.
Amran mengatakan kenaikan harga beras di pasar dunia menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah. Namun, pemerintah memastikan kondisi tersebut tidak membuat masyarakat Indonesia kekurangan pangan.
"Kesiapan pangan kita selesai. (Meskipun) harga beras dunia naik, salah satu di Jepang (sampai) Rp 100 ribu per kilo. (Tapi) ada yang mengatakan, jangan bandingkan. Kalau tidak ada beras, bagaimana? Satu, (bisa) kelaparan rakyat Indonesia. Kita pastikan itu tidak terjadi," tegas Amran.
Ketersediaan beras bagi masyarakat terdampak bencana alam juga menjadi perhatian pemerintah. Pasokan beras akan disalurkan Perum Bulog sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Dalam penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Bapanas per 24 Agustus telah menambahkan alokasi bantuan beras bencana dan bantuan pangan beras reguler menjadi 9,98 ribu ton. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat di tujuh kabupaten terdampak dengan nilai yang diperkirakan mencapai Rp139 miliar.
Dari total tersebut, sebanyak 1,32 ribu ton berasal dari program bantuan bencana dan 8,65 ribu ton berasal dari program bantuan pangan beras reguler. Alokasi bantuan bencana dihitung berdasarkan 265.375 jiwa dengan kebutuhan 300 gram beras per orang per hari selama 14 hari masa tanggap darurat tahap pertama.
Untuk memudahkan distribusi, Keputusan Kepala Bapanas Nomor 2 Tahun 2026 mengatur jumlah bantuan beras bencana menjadi 5 kilogram per jiwa untuk alokasi selama 14 hari masa tanggap darurat. Ketentuan tersebut memperbarui aturan sebelumnya yang menetapkan bantuan sebesar 250 gram per jiwa per hari.
Pemutakhiran ketentuan dilakukan untuk mengoptimalkan penyaluran bantuan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi wilayah yang terdampak bencana alam. Pemerintah berharap mekanisme tersebut dapat mendukung penanganan kebutuhan pangan masyarakat selama masa tanggap darurat.
Kabupaten Manggarai mendapat alokasi 181,63 ton bantuan bencana dan 1,79 ribu ton bantuan pangan reguler. Kabupaten Manggarai Timur mendapat 278,78 ton bantuan bencana dan 1,66 ribu ton bantuan pangan reguler.
Kabupaten Ngada mendapat 86,88 ton bantuan bencana dan 444,21 ton bantuan pangan reguler. Kabupaten Nagekeo mendapat 661,18 ton bantuan bencana dan 625,14 ton bantuan pangan reguler.
Kabupaten Sikka mendapat 28,41 ton bantuan bencana dan 1,28 ribu ton bantuan pangan reguler. Sementara Kabupaten Manggarai Barat mendapat 71,45 ton bantuan bencana dan 1,34 ribu ton bantuan pangan reguler.
Adapun Kabupaten Ende mendapat 18,58 ton bantuan bencana dan 1,5 ribu ton bantuan pangan reguler. Dua kabupaten tersebut merupakan tambahan dalam alokasi penanganan bencana gempa di NTT.
Di sisi lain, pemerintah terus menggelontorkan stok CBP melalui berbagai program untuk menjaga kestabilan harga beras di pasar. Bapanas mencatat total realisasi penggelontoran CBP secara nasional per 24 Agustus 2026 telah mencapai 1,69 juta ton.
Realisasi tersebut terdiri dari penjualan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Januari-Februari sebanyak 221,05 ribu ton. Kemudian realisasi SPHP beras periode Maret-Agustus mencapai 688,98 ribu ton.
Realisasi bantuan pangan tahap pertama mencapai 662,86 ribu ton dan bantuan pangan tahap kedua yang mulai berjalan sebanyak 59,83 ribu ton. Sementara penyaluran bantuan bencana dan keadaan darurat mencapai 11,39 ribu ton serta golongan anggaran sebanyak 53,68 ribu ton.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....