Pemerintah Prioritaskan Pengembangan 2 Kategori PLTS
- 18 Mar 2026 17:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah fokus mengembangkan PLTS dengan daya 100 Gigawatt
- Terdapat dua katagori jenis jaringan PLTS yang dikembangkan pemerintah
- Pengembangan PLTS ini didasari dengan meningkatnya pemanfaatan energi listrik oleh masyarakat
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari menyebut, pemerintah tengah memprioritaskan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Hal tersebut diungkapkannya dalam konferensi pers Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), menjelang hari raya Nyepi dan Idulfitri 2026.
Target pengembangan PLTS tersebut, merujuk data proyek Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan (Ditjen EBT) dan Konservasi Energi. Di mana dalam pelaksanaan proyek tersebut pemanfaatan PLTS terus mengalami peningkatan.
Dikatakan Qodari, bahwa terdapat dua kategori dalam pengembangan PLTS dengan total kapasitas mencapai 100 Gigawatt (GW). Kategori pertama dijelaskannya, ialah pengembangan PLTS dengan jaringan PLN, dan kategori kedua yakni jaringan mandiri.
“PLTS yang terhubung dengan jaringan PLN ditargetkan mencapai 89,1 Gigawatt peak. Sedangkan PLTS non-PLN untuk pemakaian sendiri dan sistem upgrade ditargetkan 11,7 Gigawatt peak,” kata Qodari dalam konferensi pers di Kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 18 Maret 2026.
Lebih lanjut dijelaskannya, PLTS dengan jaringan PLN akan didukung dengan Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 124,1 Gigawatt/hours (GWH). Sementara untuk PLTS non-jaringan PLN akan didukung BESS sebesar 21,8 Gigawatt/hours.
Hal ini diungkapkannya sebagai langkah strategis pemerintah dalam penguatan ketahanan energi nasional. Setidaknya dalam mewujudkan ketahanan energi tersebut, terdapat 5.383 rumah tangga dapat menikmati aliran listrik dari 47 PLTS.
“Presiden meresmikan 47 PLTS dengan total kapasitas 27,8 megawatt (MW). Telah memberikan akses listrik pada 5.383 rumah tangga di 47 desa di 11 provinsi di seluruh Indonesia,” ujar KSP Qodari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....