PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman Selama Lebaran
- 18 Mar 2026 16:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemudik diingatkan untuk mematikan peralatan listrik di rumah, untuk mencegah risiko bahaya.
- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tarif listrik tidak naik, pada periode April-Juni 2026.
- PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik andal, dengan stok batu bara lebih dari 19 hari operasi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo memastikan keandalan pasokan listrik selama libur Lebaran dalam kondisi aman. Menurutnya, stok batu bara berada di atas standar kebutuhan operasional.
Kondisi tersebut, lanjut dia, menjamin pembangkit listrik tetap beroperasi tanpa gangguan. “Batu bara secara rata-rata di atas 19 hari operasi sehingga kondisi saat ini aman,” ujar Darmawan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 18 Maret 2026.
PLN memastikan kesiapan sistem kelistrikan untuk menghadapi lonjakan konsumsi selama libur panjang. Langkah antisipasi dilakukan di seluruh wilayah operasional perusahaan.
Selain itu, Darmawan mengingatkan masyarakat untuk memastikan keamanan listrik saat mudik. Peralatan listrik di rumah sebaiknya dimatikan sebelum ditinggalkan.
“Kepada saudara kita yang mudik, jangan lupa mematikan peralatan listrik. Jika ada kompor listrik, tolong dicabut, setrika juga dicabut, sehingga mudiknya bisa berjalan dengan aman,” katanya.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menghindari potensi bahaya selama rumah ditinggalkan. Selain itu, kebiasaan ini juga membantu menghemat penggunaan energi.
Sementara itu, pemerintah memastikan tarif listrik tidak mengalami kenaikan. Kebijakan ini berlaku untuk periode April hingga Juni 2026.
Keputusan tersebut diambil guna menjaga daya beli masyarakat selama Idulfitri. Pemerintah mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional dalam menetapkan tarif.
Plt Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno meminta masyarakat tetap tenang. Ia memastikan, tidak ada perubahan tarif bagi pelanggan.
“Tarif listrik bagi pelanggan bersubsidi tetap tidak berubah. Jadi kami imbau masyarakat untuk tenang," ujar Tri.
Sebanyak 25 golongan pelanggan bersubsidi tetap menerima tarif yang sama. Kebijakan ini diharapkan menjaga stabilitas ekonomi nasional selama Lebaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....