Menteri ESDM Pastikan Stok Energi Aman di tengah Geopolitik Timur tengah
- 17 Mar 2026 15:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri ESDM pastikan stok BBM, LPG, dan listrik nasional tetap aman dan terkendali
- Selat Hormuz mulai terbuka terbatas, beri angin segar bagi distribusi energi
- Pasokan avtur dipastikan aman, pemerintah masih kaji langkah antisipasi ke depan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan energi nasional tetap aman meski konflik geopolitik Timur Tengah belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Ia menyebut stok BBM, LPG, dan listrik masih terkendali sesuai standar minimal kebutuhan nasional yang telah ditetapkan pemerintah.
Ia menjelaskan bahwa kondisi di Selat Hormuz mulai menunjukkan perkembangan positif dengan kebijakan buka tutup yang memungkinkan komunikasi bagi kapal tertentu. Menurutnya, situasi tersebut memberikan angin segar bagi distribusi energi, terutama bagi negara yang tidak terlibat langsung dalam konflik.
“Kita sedikit mendapat angin segar dengan Selat Hormuz, itu sudah mulai ada kebijakan tutup buka. Artinya, bagi kapal-kapal, bagi negara-negara yang bukan Israel dan Amerika, itu bisa sekarang untuk terjadi komunikasi,” katanya usai kegiatan Pelepasan Mudik Bersama Kementerian ESDM oleh Menteri ESDM di Kantor Pusat ESDM, Jakarta Pusat, Selasa, 17 Maret 2026.
Bahlil menegaskan bahwa pasokan BBM, LPG, dan listrik dalam kondisi aman serta tidak mengalami gangguan signifikan hingga saat ini. Ia juga menyebutkan tambahan pasokan LPG akan masuk dalam waktu dekat sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Selain itu, ia menyampaikan stok batu bara untuk pembangkit listrik nasional berada pada kisaran 14 hingga 15 hari. Ia menilai angka tersebut masih berada dalam batas minimal standar nasional sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan listrik.
Untuk bahan bakar pesawat atau avtur, ia memastikan kondisi masih dalam pengawasan ketat bersama Pertamina dan tetap terkendali. Ia menambahkan berbagai langkah antisipasi tengah dikaji pemerintah, termasuk kemungkinan kebijakan kerja fleksibel jika dibutuhkan.
“Avtur juga dalam pantauan, kami berkomunikasi betul dengan Pertamina, juga dalam kondisi terkendali. Memang ada beberapa langkah-langkah yang akan dilakukan, tapi sedang dikaji, lagi dikaji, tentang apakah kita butuhkan WFA,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....