Menhub Pastikan Stok Avtur dan BBM Aman selama Lebaran 2026

  • 07 Mar 2026 05:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan pasokan avtur dan bahan bakar minyak (BBM) aman untuk transportasi selama periode angkutan Lebaran 2026. Ia menyebut, stok avtur dan BBM dalam kondisi aman, meskipun terjadi gejolak geopolitik di Timur Tengah.

Menurut Dudy, cadangan avtur dan BBM nasional masih mencukupi hingga masa Lebaran. Sehingga layanan transportasi udara, darat, dan laut tetap dapat berjalan normal selama periode mudik.

“Alhamdulillah, sampai Lebaran masih aman. Karena cadangan avtur kita atau BBM kita masih cukup,” kata Dudy saat bertemu awak media di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026 malam.

Pernyataan tersebut disampaikan Dudy sekaligus menanggapi keterangan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang sebelumnya menyebut stok BBM nasional mampu bertahan 21 hari. Ia menjelaskan bahwa angka 21 hari tersebut merupakan kapasitas penyimpanan atau storage yang tersedia saat ini.

Artinya, angka tersebut menunjukkan batas minimal cadangan yang harus tersedia. Bukan berarti stok BBM akan habis setelah 21 hari.

“Jadi, 21 hari ini dimaknai bukan 21 hari habis, tapi kita harus menjaga bahwa 21 hari itu adalah batas minimum yang harus kita sediakan. Kalau nanti berkurang, maka Pertamina dan ESDM akan menambah,” ucapnya.

Pemerintah terus menjaga cadangan BBM agar tetap berada pada batas minimal tersebut melalui mekanisme pengisian ulang secara berkala ketika stok mulai menurun. Dengan cara ini, ketersediaan BBM nasional tetap terjaga dan stabil.

Selain itu, Dudy menyatakan bahwa jika terjadi gangguan pasokan global, pemerintah masih memiliki opsi memperoleh minyak dari negara pengekspor lain. “Memang jalur Hormuz menyumbang sekitar 20 persen pasokan global, tapi kita masih memiliki sumber lain untuk mendapatkan BBM tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah terus memantau perkembangan pasokan energi dunia. Guna memastikan distribusi bahan bakar untuk operasional transportasi tidak terganggu dinamika global yang mempengaruhi rantai pasok energi.

Koordinasi lintas kementerian dan lembaga juga terus dilakukan untuk memastikan pengelolaan cadangan energi berjalan efektif. Khususnya, dalam mendukung kelancaran transportasi selama periode Lebaran.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil meluruskan informasi mengenai kemampuan stok BBM nasional yang disebut hanya cukup sekitar 20 hari akibat konflik di Timur Tengah. Ia menegaskan, angka tersebut sebenarnya menggambarkan kapasitas penyimpanan BBM nasional yang selama ini dimiliki Indonesia, bukan kondisi darurat pasokan.

“Memang sejak dahulu kemampuan storage BBM kita di Indonesia tidak lebih dari 21 sampai 25 hari,” kata Bahlil di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/3). Menurutnya, standar minimal nasional berada pada kisaran 20–21 hari, sedangkan maksimal sekitar 25 hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....