Kemendukbangga Dukung PP Tunas, Tekankan Pentingnya Peran Keluarga
- 17 Mar 2026 10:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) menegaskan pentingnya peran keluarga dalam perlindungan anak di ruang digital. Dukungan tersebut terkait penerapan Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 turunan dari PP Tunas.
Mendukbangga sekaligus Kepala BKKBN Wihaji mengatakan keberhasilan kebijakan tersebut tidak hanya bergantung pada teknologi. Ia menilai peran keluarga menjadi faktor utama dalam membangun perlindungan dan pengawasan terhadap anak.
“Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN memandang bahwa keberhasilan peraturan ini tidak hanya tergantung pada regulasi atau teknologi semata. Tetapi sangat ditentukan oleh peran keluarga,” ujar Wihaji dalam keterangan video, Selasa, 17 Maret 2026.
Ia menegaskan keluarga merupakan unit sosial paling kecil dalam negara yang memiliki peran mendasar. Dari lingkungan keluarga, nilai perlindungan dan pengawasan terhadap anak mulai dibentuk.
Wihaji juga menyoroti pengalaman sejumlah negara dalam mengatur akses anak terhadap media sosial. Menurutnya, kebijakan pembatasan usia tetap memerlukan dukungan pengawasan dari keluarga.
“Pengalaman sejumlah negara termasuk Australia menunjukkan bahwa kebijakan pembatasan usia anak dalam mengakses media sosial memang penting. Namun dalam prakteknya, aturan ini masih bisa disiasati oleh anak-anak,” kata Wihaji.
Ia menambahkan anak sering mencari cara untuk menghindari pembatasan tersebut. Misalnya dengan menggunakan perangkat orang tua atau identitas orang dewasa saat mengakses platform digital.
Wihaji menegaskan pemerintah tidak ingin ketahanan keluarga terganggu oleh paparan konten negatif di ruang digital. Karena itu, regulasi baru juga mengatur kewajiban platform menyediakan sistem perlindungan bagi anak.
“Melalui aturan turunan dari PP Tunas yang diterbitkan oleh Komdigi, seluruh platform digital kini diwajibkan menyediakan mekanisme persetujuan orang tua. Berikut juga fitur kontrol bagi anak,” ujarnya.
Namun demikian, ia menilai teknologi tidak akan berjalan efektif tanpa keterlibatan langsung orang tua. Pendampingan keluarga menjadi faktor penting dalam membangun lingkungan digital yang aman bagi anak.
Wihaji mengajak para orang tua untuk lebih aktif terlibat dalam aktivitas digital anak. Orang tua diharapkan hadir sebagai pendamping sekaligus tempat anak berbagi pengalaman.
“Kami mengajak para orang tua untuk lebih hadir dalam kehidupan digital anak. Mendampingi, mengawasi, sekaligus menjadi tempat pertama bagi anak untuk berbagi cerita,” ucap Wihaji.
Ia menegaskan perlindungan anak di era digital tidak hanya bergantung pada teknologi semata. “Pada akhirnya, benteng terkuat perlindungan anak di era digital bukan hanya teknologi, melainkan keluarga," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....