Sekjen Relawan Pasbata Minta Pengelola SPPG Tidak Menyimpang dari Standar MBG
- 12 Mar 2026 16:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta — Sekretaris Jenderal relawan Pasukan Bawa Tanah ( Pasbata) Budiyanto Hadinagoro mengingatkan, pengelola SPPG menjaga standar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Ia menilai program tersebut harus dijalankan sesuai ketentuan agar manfaatnya dirasakan masyarakat.
Peringatan ini muncul setelah menu MBG kering edisi Ramadan ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah warganet menilai komposisi menu tidak sesuai ekspektasi publik.
Budiyanto meminta pengelola dapur tidak mengurangi kualitas menu demi keuntungan semata. Menurutnya, komposisi makanan harus tetap logis dan sesuai standar program.
“Boleh mencari keuntungan karena ada unsur bisnis, namun harus tetap logis. Jangan sampai menu disusun tidak wajar,” kata Budiyanto, Kamis, 12 Maret 2026.
Ia mengingatkan program MBG merupakan kebijakan strategis pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu pelaksanaannya tidak boleh menyimpang dari standar yang telah ditetapkan.
Budiyanto juga mendorong pihak terkait melakukan pengecekan rutin terhadap dapur penyedia MBG. Langkah ini penting untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga.
Menurutnya, dapur penyedia yang terbukti melanggar standar perlu ditindak tegas. Bahkan, jika pelanggaran serius ditemukan, operasional dapur dapat dibekukan.
“Program ini harus dijaga bersama. Jika ada dapur tidak memenuhi standar, harus ditindak tegas,” ujarnya.
Belakangan menu MBG kering yang dibagikan kepada sejumlah sekolah menjadi perbincangan di media sosial. Paket tersebut diberikan karena bertepatan dengan bulan Ramadan.
Menu MBG kering diharapkan dapat dikonsumsi siswa saat berbuka puasa. Namun, sebagian warganet mempertanyakan porsi dan kandungan gizinya.
Salah satu contoh yang ramai dibahas berasal dari SPPG Desa Sukadana, Ciawigebang, Jawa Barat. Paket tersebut disebut hanya berisi roti, kacang, jeruk, dan agar-agar.
Isi paket itu dinilai sebagian pihak belum mencerminkan anggaran program yang dialokasikan pemerintah. Kondisi ini memunculkan desakan evaluasi terhadap pengelolaan menu MBG.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan selama Ramadan. Pelaksanaannya disesuaikan dengan karakteristik penerima manfaat di berbagai daerah.
Penyesuaian dilakukan agar pemenuhan gizi tetap optimal selama bulan puasa. Langkah ini juga memastikan program tidak mengganggu pelaksanaan ibadah Ramadan.
Hal tersebut disampaikan Dadan usai diskusi bersama Majelis Ulama Indonesia di Kantor Pusat MUI Jakarta, Senin 26 Januari 2026 lalu. Pertemuan tersebut membahas pelaksanaan program MBG selama Ramadan.
“Pada prinsipnya penerima manfaat seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap berjalan normal. Balita tidak terkena kewajiban puasa sehingga tidak ada perubahan pelaksanaan,” jelas Dadan.
Untuk peserta didik sekolah di wilayah mayoritas berpuasa, makanan tetap dibagikan saat jam sekolah. Paket makanan tersebut kemudian dibawa pulang untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.
Sementara di daerah yang mayoritas tidak menjalankan puasa, distribusi makanan berjalan seperti biasa. Pelaksanaan program tetap mengikuti kondisi masyarakat setempat.
Penyesuaian juga diterapkan di lingkungan pondok pesantren yang menjadi penerima manfaat program. Distribusi makanan akan diatur mendekati waktu berbuka puasa.
Dadan menjelaskan pengaturan tersebut dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di pesantren. Tujuannya, agar makanan tetap segar saat dikonsumsi.
Menurutnya langkah ini penting untuk menjaga keberlanjutan program MBG selama Ramadan. Penyesuaian juga diharapkan selaras dengan kebutuhan dan kebiasaan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....