5 Juta KPM PKH Jatim Siap Gabung Kopdes
- 10 Mar 2026 22:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Pasuruan - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyatakan sekitar 5 juta Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan di Jawa Timur siap bergabung dengan Koperasi Desa Merah Putih.
Langkah ini dilakukan untuk mendorong penerima bantuan sosial terlibat dalam kegiatan ekonomi produktif. Pemerintah ingin KPM tidak hanya menjadi penerima bantuan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat kegiatan kolaborasi KDMP dengan PKH. Kegiatan berlangsung di Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Selasa 10 Maret 2026.
“Ada 229 ribu KPM di Pasuruan dan total 5 juta KPM di Jawa Timur akan didorong menjadi anggota Kopdes Merah Putih,” ucapnya.
| Baca juga: Mensos Pastikan Tindak Lanjut Temuan BPK |
Menurutnya, anggota koperasi tidak hanya menjadi pembeli. Mereka juga berperan sebagai pemilik yang mendapatkan manfaat ekonomi.
Ia mengatakan kolaborasi koperasi desa dan PKH merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat. Pemerintah ingin keluarga penerima bantuan semakin mandiri.
“Pemerintah berharap penerima manfaat tidak hanya menunggu bantuan. Keluarga mereka harus makin berdaya,” katanya.
Gus Ipul juga menekankan pentingnya data akurat dalam penanganan kemiskinan. Hal ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Presiden meminta penanganan kemiskinan dimulai dari data yang benar,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat aktif melaporkan kondisi sosial di lingkungannya. Pelaporan dapat dilakukan melalui berbagai saluran resmi Kementerian Sosial.
Menurutnya, penanganan kemiskinan harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Penerima bantuan juga diharapkan memiliki semangat mandiri.
“Setelah mendapat bansos, keluarga harus punya semangat menjadi lebih mandiri,” ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah turut menyerahkan kartu anggota koperasi secara simbolis. Buku simpanan juga diberikan kepada anggota baru.
Penyerahan dilakukan bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah. Bantuan sembako juga disalurkan kepada penerima manfaat.
Menteri Koperasi turut menyerahkan bantuan dari BNI kepada anggota koperasi. Bantuan tersebut berupa simpanan pokok dan simpanan wajib.
Nilai bantuan mencapai Rp20 juta untuk 400 anggota KDMP Gejugjati. Bantuan ini untuk memperkuat operasional koperasi.
Gus Ipul juga menyerahkan bantuan pemberdayaan sosial kepada kelompok masyarakat. Bantuan tersebut berupa 100 paket ayam petelur.
Nilai bantuan pemberdayaan tersebut mencapai Rp570 juta. Program ini diharapkan memperkuat usaha masyarakat desa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....