Capai 592 Ton, Bulog Jabar Pastikan Stok Beras Aman Selama Ramadan
- 10 Mar 2026 16:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Bandung - Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Barat, Nurman Susilo memastikan stok beras pemerintah masih mencukupi. Saat ini cadangan beras di wilayah Jawa Barat mencapai 592.795 ton setara beras.
“Saat ini stok beras kami 592.795 ton setara beras, jadi tidak ada masalah. Bulog menjamin kebutuhan beras tersedia di masyarakat walau ada lonjakan permintaan yang tiba-tiba,” kata Nurman dalam keterangannya, Senin, 9 Maret 2026.
Ia meminta masyarakat tidak terpengaruh isu kelangkaan beras yang beredar selama Ramadan. Menurutnya, stok beras yang tersedia saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, Bulog menyiapkan berbagai langkah intervensi pasar. Program tersebut meliputi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, bantuan pangan, Gerakan Pangan Murah, serta pasar murah di berbagai daerah.
Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan selama Ramadan, Bulog justru mempercepat penyerapan gabah dari petani. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah sekaligus menjaga harga gabah di tingkat petani.
Pemerintah menargetkan pengadaan gabah nasional tahun 2026 mencapai empat juta ton. Dari jumlah tersebut, kata Nurman, Bulog Jawa Barat mendapat target pengadaan sebesar 694.432 ton setara beras.
“Bulan suci Ramadan tidak mengurangi intensitas Perum Bulog Kanwil Jabar dalam melaksanakan pengadaan gabah. Kami akan melakukan serapan gabah sebanyak mungkin dan seoptimal mungkin,” ujar Nurman.
Ia mengatakan, Bulog membeli gabah kering panen dari petani seharga Rp6.500 per kilogram sesuai kebijakan pemerintah. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga harga gabah tetap stabil serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Hingga 8 Maret 2026, realisasi pengadaan Bulog Jawa Barat telah mencapai 125.910 ton setara beras. Angka tersebut sekitar 18,13 persen dari target pengadaan yang ditetapkan tahun ini.
“Sebagai perbandingan, pada 9 Maret 2025 pengadaan baru mencapai 32.086 ton setara beras. Namun pada akhir tahun tetap berhasil mencapai target yang ditetapkan perusahaan,” kata Nurman.
Menurutnya peningkatan serapan tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak di daerah. Pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, penggilingan, hingga kelompok tani turut mendukung proses pengadaan beras.
“Kami akan menggunakan seluruh instrumen yang ada untuk menjamin ketersediaan pangan tersebut,” ucap Nurman. Langkah ini untuk mengantisipasi lonjakan permintaan beras selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....