BPS: Produksi Padi dan Jagung Naik Tipis pada Semester I 2026
- 03 Agt 2026 19:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BPS melaporkan realisasi luas panen padi pada bulan Juni 2026 mencapai 0,84 juta hektare
- Atau meningkat 6,93 persen dibanding Juni 2025 yang seluas 0,79 juta hektare, Senin, 3 Agustus 2026
- Seiring peningkatan luas panen, produksi padi diperkirakan meningkat 7,02 persen, dari 4,01 juta ton GKG pada Juni 2025 menjadi 4,29 juta ton GKG pada Juni 2026
RRI.CO.ID, Jakarta - BPS melaporkan realisasi luas panen padi pada bulan Juni 2026 mencapai 0,84 juta hektare. Atau meningkat 6,93 persen dibanding Juni 2025 yang seluas 0,79 juta hektare, Senin, 3 Agustus 2026.
Seiring peningkatan luas panen, produksi padi diperkirakan meningkat 7,02 persen, dari 4,01 juta ton GKG pada Juni 2025 menjadi 4,29 juta ton GKG pada Juni 2026. Begitu pula jumlah produksi beras yang tercatat mencapai 2,47 juta ton, naik 6,96 persen dibanding Juni tahun lalu.
Secara kumulatif, realisasi luas panen padi selama Januari-Juni 2026 mencapai 6,31 juta hektare, atau naik 0,81 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pada semester I 2026 ini, produksi padi mencapai 33,58 juta ton GKG (naik 0,46 persen), sementara produksi beras mencapai 19,35 juta ton (naik 0,45 persen).
BPS memperkirakan potensi luas panen padi pada tiga bulan berikutnya (Juli-September 2026) akan turun 1,26 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, menjadi 3,15 juta hektare. Potensi produksi padi tiga bulan ke depan diperkirakan 16,25 juta ton GKG (turun 0,90 persen), sementara produksi beras diperkirakan 9,36 juta ton (turun 0,88 persen).
BPS turut melaporkan realisasi luas panen jagung selama bulan Juni 2026 mencapai 0,25 juta hektare atau turun 1,41 persen dibanding Juni 2025.
Seiring penurunan luas panen, produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen) pada Juni 2026 diperkirakan mencapai 1,50 juta ton atau turun 3,73 persen dibanding Juni tahun lalu. Namun demikian, produksi JPK KA 14 persen secara kumulatif selama Januari-Juni 2026 mencapai 8,70 juta ton, meningkat 1,62 persen dibanding Januari-Juni 2025.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....