Bulog Madiun Pastikan Stok Pangan Aman jelang Lebaran, Cadangan Beras 60 Ton
- 10 Mar 2026 15:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Madiun - Pimpinan Cabang Perum Bulog Madiun, Agung Sarianto, memastikan ketersediaan bahan pangan pokok dalam kondisi aman menjelang Ramadhan dan Idulfitri. Bulog telah menyiapkan cadangan beras dalam jumlah besar serta memperkuat jaringan distribusi hingga tingkat pengecer.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan pasokan pangan tetap tersedia bagi masyarakat. Upaya ini juga menjadi bagian dari kesiapan Bulog menghadapi lonjakan kebutuhan menjelang hari besar keagamaan.
Agung menyampaikan bahwa cadangan beras yang saat ini dikelola Bulog Madiun mencapai sekitar 60.000 ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah kerja Bulog Madiun hingga masa Lebaran mendatang.
"Stok beras kami sekitar 60 ribu ton. Selain itu, kami juga memiliki cadangan minyak goreng dalam jumlah signifikan, yakni kurang lebih 280.000 liter," ujar Agung saat memberikan keterangan terkait kesiapan logistik pangan di Madiun, Senin, 9 Maret 2026.
Untuk memperluas jangkauan layanan distribusi, Bulog Madiun menerapkan strategi penyaluran melalui berbagai jalur dan mitra. Selain melakukan penetrasi pasar secara langsung, Bulog juga mengoptimalkan peran sejumlah mitra strategis.
Saluran distribusi tersebut mencakup Kelompok Kios Mitra Pangan (KKMP), Kios Distribusi Mitra Pangan (KDMP), serta jaringan Rumah Pangan Kita (RPK). Jaringan tersebut tersebar di berbagai titik untuk memastikan masyarakat tetap mudah mengakses kebutuhan pangan.
"Dalam operasionalnya, Bulog tidak selalu hadir sendiri di lapangan, para mitra seperti KKMP dan KDMP mengambil pasokan dari kami. Untuk kemudian disalurkan langsung kepada masyarakat. Sinergi ini membuat perputaran barang lebih efektif," katanya.
Sementara itu, permintaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tercatat cukup tinggi di wilayah Madiun. Berdasarkan data Bulog setempat, permintaan dari pedagang pasar maupun pengecer berada pada kisaran 100 hingga 200 ton setiap hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....