BGN Pastikan Program MBG Kelompok Rentan Tetap Berjalan
- 09 Mar 2026 18:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok rentan tetap berjalan selama masa libur Lebaran 2026. Program tersebut menyasar ibu hamil, balita, dan ibu menyusui (3B) yang dinilai membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan gizi.
“Untuk (MBG) ibu hamil, balita, dan ibu menyusui tetap berjalan. Meskipun sekolah libur,” kata Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sonny Sonjaya, Senin, 9 Maret 2026.
Ia menjelaskan selama masa libur Lebaran, penyaluran MBG kepada siswa sekolah memang dihentikan sementara. Kebijakan ini menyesuaikan dengan kalender libur pendidikan nasional.
Penyaluran MBG bagi siswa sekolah tidak dilakukan pada 18 hingga 24 Maret 2026. Setelah masa libur Lebaran berakhir, program tersebut akan kembali berjalan normal seperti biasa.
Menurut Sonny, keberlanjutan program untuk kelompok rentan menjadi prioritas pemerintah dalam menjaga pemenuhan gizi masyarakat. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya menekan risiko kekurangan gizi pada ibu dan anak.
“Penyaluran kepada siswa kembali normal setelah Lebaran,” ujarnya. Terkait kemungkinan adanya keluhan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG, BGN membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik maupun masukan secara langsung kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Langkah tersebut diharapkan dapat memperbaiki kualitas layanan serta memastikan program berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.
Selain itu, BGN juga telah menginstruksikan seluruh mitra SPPG untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi dengan masyarakat.
Melalui platform tersebut, pengelola diminta mengunggah informasi terkait menu makanan, kandungan gizi, serta biaya yang digunakan dalam program MBG. "BGN telah memerintahkan seluruh SPPG membuat media sosial sebagai sarana komunikasi antara SPPG dan masyarakat, dan wajib mengunggah menu makanan, kadar gizi serta harga,” kata Sonny.
Menurut dia, transparansi tersebut penting agar masyarakat dapat mengetahui secara terbuka kualitas serta komposisi makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat program. Ia menambahkan masyarakat dipersilakan memberikan kritik apabila menemukan kekurangan dalam pelaksanaan program MBG di lapangan.
“Kalau tujuannya untuk memperbaiki silakan datangi SPPG-nya minta lakukan perbaikan. Tapi kalau tujuannya viralkan itu, ya bergantung kepada niatnya masing-masing. Kami tidak bisa melarang,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....