Pemerintah: Anak Indonesia Kini Dapat CKG, Makan Bergizi, dan Perlindungan Internet

  • 09 Mar 2026 00:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menyatakan untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia seluruh anak mendapatkan sejumlah program perlindungan dan pemenuhan kebutuhan dasar secara lebih menyeluruh. Mulai dari layanan kesehatan, pemenuhan gizi, hingga perlindungan dari bahaya internet.

Demikian disampaikan Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Hariqo Wibawa Satria, dalam diskusi bertema “Masa Depan SDM Indonesia: Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran”. Acara ini digelar di kantor Puspoll Indonesia di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu 8 Maret 2026.

Hariqo mengatakan anak-anak Indonesia kini berhak memperoleh Cek Kesehatan Gratis (CKG) sekali dalam setahun, program Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari. Serta perlindungan melalui pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.

Menurutnya, kebijakan pembatasan akses media sosial tersebut akan mulai berlaku pada 28 Maret 2026. Hal ini sebagaimana diatur melalui PP Nomor 17 Tahun 2025, berfokus pada perlindungan pengguna dan tata kelola digital yang sehat.

Hariqo menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menepati janji melindungi anak-anak Indonesia dari berbagai risiko. Mulai dari paparan pornografi dan bahaya internet lainnya, pola makan yang buruk, hingga ancaman penyakit fisik dan mental.

Ia menegaskan bahwa pemerintah menyadari setiap anak Indonesia merupakan sumber daya manusia (SDM) masa depan bangsa yang harus dijaga dan dilindungi. “Setiap anak Indonesia adalah SDM Indonesia yang wajib dilindungi,” ujarnya.

Hariqo pun menambahkan, berbagai kebijakan tersebut tetap membutuhkan kritik dan saran dari masyarakat agar pelaksanaannya dapat berjalan optimal. Menurutnya, upaya melindungi anak-anak Indonesia merupakan bagian dari tugas besar bangsa dalam membangun peradaban baru Indonesia di masa depan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia, Chamad Hojin mendukung program MBG berjalan lebih baik lagi ke depan. Ia menilai, pendekatan pembangunan yang menempatkan manusia sebagai pusat kebijakan merupakan langkah penting bagi masa depan Indonesia.

Menurutnya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa investasi pada gizi dan kesehatan anak memiliki dampak signifikan terhadap kualitas pendidikan, produktivitas tenaga kerja. Serta pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

“Pembangunan SDM harus dimulai dari fondasi paling dasar, yaitu kesehatan dan gizi masyarakat. Program seperti MBG dapat menjadi langkah strategis untuk memastikan generasi Indonesia tumbuh lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih siap menghadapi tantangan global,” kata Chamad.

Diskusi yang berlangsung dalam suasana buka bersama (bukber) Ramadan ini turut dihadiri oleh berbagai kalangan akademisi, peneliti. Serta pegiat kebijakan publik yang turut memberikan pandangan mengenai arah pembangunan sumber daya manusia Indonesia di era pemerintahan Prabowo–Gibran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....