Kemendikdasmen Target Tiga Tahun Pemulihan Pendidikan Pascabencana
- 04 Mar 2026 14:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Tangerang - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan pemulihan layanan pendidikan pascabencana selama tiga tahun. Adapun wilayah yang terdampak bencana yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Perwakilan Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kemendikdasmen Jamjam Muzaki mengatakan, pemulihan tersebut diselaraskan dengan target BNPB. “Targetnya tiga tahun,” kata Jamjam dalam Dialog Kebijakan Kemendikdasmen bersama Fortadik di Tangerang, Banten, ditulis Rabu, 4 Maret 2026.
Ia mengatakan, tahun ini prioritas pada pemulihan sarana dan prasarana pendidikan. Kebijakan pendukung juga disiapkan untuk mempercepat proses.
Sementara untuk akses darurat, tenda pendidikan telah didirikan. Langkah ini, menurutnya, untuk memastikan kegiatan belajar tetap berjalan.
Ia mengatakan, sebanyak 168 tenda telah didistribusikan bertahap. Namun, beberapa sekolah masih menjalankan pembelajaran di tenda.
"Sebanyak 44 sekolah dibangunkan ruang kelas darurat. Kemudian, bangunan semi permanen digunakan hingga pemulihan selesai," katanya, menjelaskan.
Akses menuju sekolah juga terus diperbaiki pemerintah. Sejumlah jembatan dan jalan terdampak masih terputus.
“Karena jembatan terputus atau misalkan jalannya kena longsor atau kebanjiran sehingga tidak bisa dilalui. Siswa maupun guru tidak bisa ke sekolah," katanya.
Ia mencontohkan, di Aceh Tengah, guru menyeberangi sungai menggunakan sling. Jembatan yang belum pulih menyulitkan mobilitas pengajar.
"Ada kasus, misalkan di Aceh Tengah, mungkin sampai sekarang ada beberapa yang jembatannya belum pulih, guru-guru kita harus menyeberangi sungai dengan menggunakan sling. Jadi kayak tambang gitu, menggunakan sling saja,” ujarnya.
Kemendikdasmen juga memberikan pendampingan sosial bagi warga sekolah. Layanan itu ditujukan bagi siswa dan guru terdampak bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....